Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Desa Yosomulyo Banyuwangi  Tampilkan Keberagaman Budaya Indonesia di Gelaran Jelajah Desa

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Yunan Helmy

13 - Aug - 2025, 19:40

Placeholder
Joko Utomo sebagai kades Yosomulyo (nomor 5 dari kiri) saat pelaksanaan lomba Jelajag Desa di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. (Istimewa)

JATIMTIMES - Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI) tahun 2025, masyarakat Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), mampu menampilkan keberagaman budaya Indonesia dalam lomba Jelajah Desa pada Selasa (12/8/2025).

Perlombaan gerak jalan Jelajah Desa tingkat sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah menengah pertama / madrasah tsanawiyah (SMP /MTs), dewasa dan kategori umum diikuti puluhan peserrta dari desa setempat

Baca Juga : Puluhan Ton Beras Gerakan Pangan Murah Polresta Banyuwangi Ludes Diserbu Warga

Pemberangkatan peserta ditandai dengan pengibaran bendera start sebagai oleh Kepala Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Gambiran, Sadyani Suselo Hadi bersama tiga pilar desa di depan Balai Dusun Sidotentrem mampu menyita perhatian warga masyarakat yang menyaksikan lomba di sepanjang rute yang dilalui.

Menurut Sadyani Suselo Hadi pihaknya mengapresiasi lomba gerak jalan Jelajah Desa Yosomulyo yang mampu menampilkan wujud keberagaman budaya Indonesia  dan melibatkan peserta didik SD – SMP se- Desa Yosomulyo."Kegiatan Desa Yosomulyo ini luar biasa, sebuah kreasi pemerintah desa lain daripada yang lain. Anak anak tampil memukau dengan memakai beragam busana adat yang ada di Indonesia," ungkapnya.

"Kami sebut Desa Yosomulyo ini sebagai miniatur Indonesia, pasalnya, desa ini memiliki keberagaman suku, agama dan budaya, sama seperti Indonesia," tambahnya

Meskipun hidup dalam berbagai ragam dan perbedaan, masyarakat Yosomulyo maupun guru, tenaga pendidik dan peserta didik sekolah bisa saling menjaga toleransi dan harmoni dalam kehidupan sosial.

"Konsep Pemerintah Desa Yosomulyo menggelar gerak jalan Jelajah Desa ramah anak dan lingkungan ini tentu menjadi apresiasi bagi kami Korwilkersatdik Gambiran dan harapan menjadi contoh desa atau panitia penyelengara kegiatan lain," imbuh Korwilkersatdik Kecamatan Gambiran

Lebih lanjut dia menilai gelaran jelajah desa tingkat Sekolah SD ini, sebuah perlombaan yang tersirat jiwa kompetitif yang mengandung nilai-nilai yang ditanamkan dan diteladani oleh para peserta didik, seperti; patriotism, semangat juang,  nilai kebersamaan, kekompakan, heroik dan disiplin.

"Nilai-nilai tersebut merupakan jiwa nasionalisme, rasa persatuan dan kesatuan yang dapat berguna bagi diri sendiri, orang lain dan bagi nusa dan bangsa," tutupnya

Sementara Kepala Desa Yosomulyo,  Joko Utomo Purniawan, menyatakan  gelaran Jelajah Desa ini mengajak masyarakat desa berjalan kaki dengan berkelompok menelusuri jalan dusun ke dusun lainnya.

Baca Juga : Usai Ari Lasso Ngamuk ke WAMI, Tompi Mundur dan Bebaskan Lagu dari Royalti

Selain itu peserta juga singgah di pepunden leluhur yang dilewati, seperti;  pepunden Mbah Bitheng Krajan, Mbah Candi dan Candi Manggala Sidorejo Wetan serta Mbah Sumber Jeding Sidomukti.

"Selain memupuk rasa kerukunan dan kekompakan, jelajah desa tingkat SD -SMP sebagai edukasi penghormatan masyarakat kepada leluhur desa,"jelas Alumni Fisip Universitas Jember tersebut.

Kegiatan Jelajah Desa ini terbagi menjadi dua sesi, sesi pagi peserta SD - SMP dan sesi sore dewasa dan umum. "Kami mengikuti arahan dan kesepakatan Forpimda Banyuwangi yang telah mengatur tentang kegiatan karnaval/pawai budaya," tambah Ayah 3 Putri itu.

Para peserta lomba wajib mengangkat tema pilihan, antara lain;  nilai-nilai perjuangan kemerdekaan, budaya dan tradisi lokal hingga inovasi generasi muda dalam bingkai nasionalisme.

"Tidak boleh ada tampilan-tampilan yang melenceng dari tema. Apalagi sampai menunjukkan tarian-tarian erotis yang tidak sesuai dengan norma agama dan budaya," jelas Joko

Dalam pelaksanaan lomba panitia pelaksana juga mengatur penggunaan sound system. Ada sejumlah aturan rigid terkait batas maksimal penggunaan jumlah sound dan cukup dimuat kendaraan pick up.'Kami memasang petugas 200 meter dari Rumah Sakit, suara sound harap dimatikan agar tidak mengganggu pasien dan pelayanan kesehatan," pungkas Kades Joko.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Jelajah desa gerak jalan jelajah desa Banyuwangi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy