JATIMTIMES - Sistem pengadaan secara elektronik bernama Bangga e-Lokal diluncurkan oleh Pemkot Batu untuk mempromosikan dan mendukung produk lokal serta UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Sistem itu kembali dihadirkan dengan tajuk “Mbatu Sae, Dimulai dari Pengadaan Mewujudkan Ekonomi Lokal yang Mandiri dan Berdaya Saing” di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, 12-13 Agustus 2025.
Ini merupakan komitmen kuat Pemkot Batu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui reformasi sistem pengadaan barang/jasa yang adaptif dan transparan.
Baca Juga : Pemkot Batu Wajibkan Pelaku Usaha Sediakan 20 Persen Ruang Produk UMKM, Perwali Segera Meluncur
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wali Kota Batu Nurochman dan diikuti lebih dari 100 pelaku usaha di sektor pertanian, UMKM, jasa dan non-jasa di Kota Batu. Wali Kota Batu Nurochman menegaskan komitmen Pemkot Batu dalam mendorong ekonomi lokal melalui program Bangga e-Lokal dengan menginstruksikan seluruh OPD untuk membeli produk lokal.
“Seluruh OPD wajib membeli produk lokal sebagai bentuk implementasi Perda No 1 Tahun 2016. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi bukti nyata dukungan kita pada UMKM,” ucap Nurochman.
Pemkot Batu juga telah memiliki Cooperative Smart Agriculture Ecosystem sebagai mitra strategis serta agregator produk lokal yang harus didukung bersama. Market, offtaker, dan pendampingan UMKM merupakan kunci keberlanjutannya.
Tak hanya itu. Pihaknya juga berupaya dalam memberikan pendampingan dan upaya untuk menaikkan level UMKM Kota Batu dengan Perda I tahun 2016 tentang UMKM. Dalam Perda I tahun 2016 tentang UMKM, pasal 33 huruf C, dinyatakan tempat usaha harus memberikan ruang bagi usaha lokal dan UMKM maksimal 20 persen dari ruang yang dimiliki oleh pengusaha di Kota Batu.
Pendampingan UMKM dan petani menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing, dengan quality control sebagai prioritas. “Tentunya, ini akan kami usahakan untuk dikuatkan menjadi peraturan wali kota,” ujar Nurochman.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Batu Zadim Efisiensi menambahkan, pengadaan barang dan jasa (PBJ), pemerintah melalui e-katalog kini menjadi salah satu program strategis mendorong ekonomi daerah. Ini sejalan dengan kebijakan nasional penggunaan produk dalam negeri dan pemberdayaan UMKM.
Salah satu wujudnya adalah inovasi Bangga E-Lokal, yang mengubah pola kerja pengadaan dari manual menjadi digital. “Sehingga sekarang prosesnya lebih efisien, akuntabel dan mudah diakses oleh pelaku usaha lokal,” kata Zadim.
Bahkan progres setiapnya sangat positif. Terlihat sejak 2022, jumlah penyedia lokal di e-katalog Kota Batu sebanyak 54. Dua tahun kemudian, jumlahnya melonjak hingga 360 penyedia.
Baca Juga : Masih Ada 8 Karnaval, Polres Batu Imbau Warga Patuhi SE Gubernur
Dengan jumlah produk meningkat tajam dari 743 item pada 2022 menjadi lebih dari 9.000 item pada 2025. “Ini menunjukkan tingginya apresiasi pelaku usaha lokal, sekaligus terbukanya potensi ekonomi daerah,” ujar Zadim.
Hal tersebut terlihat dari nilai perencanaan anggaran di e-katalog. Pada 2022 sebesar Rp 94 miliar, lalu 2023 naik menjadi Rp 229 miliar dan 2024 mencapai Rp 272 miliar.
Sementara itu untuk nilai realisasi transaksi e-purchasing, tercatat Rp 48 miliar pada 2022. Pada 2023 naik Rp 152 miliar dan 2024 bertambah meningkat mencapai Rp 207 miliar.
Selain itu, wali kota Batu menyerahkan penghargaan E-Purchasing Awards 2025 sebagai apresiasi partisipasi aktif dalam pengadaan elektronik. Pada kategori OPD, Juara I diraih oleh DPUPR dengan Indeks Prestasi 93,2 persen, disusul DLH dengan indeks prestasi 89,37 persen sebagai juara II dan Juara III diraih Distan KP dengan indeks prestasi 88,23 persen.
Sedangkan pada kategori pelaku usaha, juara I diraih oleh CV Indah Prameswari, Juara II Batoe Permata, dan Juara III CV Bagush Bangun Persada.
