MALANGTIMES - Kota Malang pada Jumat (21/12/2018) kembali diguyur hujan deras. Sejak pukul 14.30 WIB, hujan disertai angin terjadi di beberapa titik kota pendidikan ini. Tapi ada pemandangan yang berbeda di tengah derasnya hujan tersebut. Karena tim gabungan Sigap Banjir yang telah dibentuk belum lama ini sudah turun ke lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Beberapa titik rawan banjir dipantau langsung untuk mencegah terjadinya banjir seperti yang terjadi pada dua pekan lalu. Diantaranya seperti pintu air DAM Sengkaling, Jl. Bukit Barisan, Jl. Galunggung, Jl. Borobudur tepatnya depan rumah makan Ringin Asri, seberang Carefour di Blimbing, serta Jl. L.A. Sucipto.
"Saya dan tim langsung memantau ke lapangan untuk mencegah kemungkinan banjir," kata Kepala Bidang SDA dan Drainase Dinas PUPR Kota Malang, Bambang Nugroho pada MalangTIMES, Jumat (21/12/2018).
Tak hanya sekedar memantau, tim yang turun langsung saat hujan masih deras juga langsung membersihkan sampah di beberapa saluran air yang menjadi salah satu penyebab banjir. Sampah-sampah tersebut dikeruk dan diamankan untuk kemudian dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA).
"Sebelumnya kami juga terus membersihkan beberapa saluran air yang memiliki sampah dengan jumlah besar," imbuh Bambang.
Dari hasil pengerukan, menurutnya sampah rumah tangga dan material masih mendominasi sampah yang mengalir di saluran. Hal itu sungguh sangat memprihatinkan dan diharapkan masyarakat memiliki kesadaran lebih tinggi agar samlah runah tangga tidak lagi dibuang sembarangan di saluran air.
"Di depan rumah makan di daerah Soekarno - Hatta aliran air kembali tersbumbat. Sampah rumah tangga dan material masih mendominasi sampah di dalam saluran air," imbuhnya lagi.
Menurutnya, upaya antisipasi banjir dengan langsung mendatangi titik-titik rawan banjir akan terus dilakukan. Baik saat hujan terjadi maupun saat hujan belum turun. Pengerukan sampah di gorong-gorong dan saluran air juga terus dilakukan. Di samping itu, masyarakat juga diharapkan untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan di saluran air yang dapat menyumbat dan menyebabkan banjir.
