Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Arti Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT RI ke-80, Simbol Kritik Sosial Anak Muda

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

31 - Jul - 2025, 16:38

Placeholder
Bendera one piece yang kini sedang viral. (Foto Instagram)

JATIMTIMES - Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025, media sosial diramaikan fenomena unik: pengibaran bendera One Piece di bawah bendera Merah Putih. Fenomena ini viral setelah berbagai unggahan di Instagram dan X menampilkan masyarakat hingga sopir truk menempelkan bendera Jolly Roger simbol bajak laut dalam anime One Piece di rumah, kendaraan, dan tiang bendera mereka.

Salah satu ajakan yang menjadi sorotan datang dari akun Instagram @aliansimahasiswapenggugat yang menulis:

Baca Juga : Sejarah Baru, Prof. Ilfi Nur Diana Dilantik Menjadi Rektor Perempuan Pertama UIN Maliki Malang

“Bendera Merah Putih terlalu suci untuk dikibarkan di negeri yang kotor ini. Kibarkan Jolly Rogermu sekarang, Nakama!”

Unggahan ini langsung memicu gelombang partisipasi warganet yang penasaran dengan makna di balik pengibaran bendera anime tersebut.

Makna Pengibaran Bendera One Piece

Di balik kesan hiburan, pengibaran bendera One Piece rupanya memiliki arti yang sarat pesan sosial. Bendera Jolly Roger kru Topi Jerami dalam anime ini melambangkan kebebasan, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan semangat mengejar mimpi.

Bagi sebagian masyarakat, terutama anak muda, bendera ini menjadi simbol sindiran terhadap kondisi politik dan kebijakan pemerintah yang dianggap timpang dan kurang berpihak pada rakyat kecil.

Fenomena ini juga muncul sebagai respons atas imbauan pemerintah dan Presiden Prabowo untuk mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang bulan Agustus. Namun, sebagian warganet memilih mengekspresikan kekecewaan dan kritik sosial mereka dengan cara kreatif melalui budaya pop, salah satunya dengan bendera One Piece.

Menurut Dr. Rudi Pratama, seorang pakar budaya dan komunikasi, fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya pop berfungsi sebagai bentuk komunikasi simbolik bagi generasi muda.

"Bendera One Piece tidak hanya menjadi simbol perlawanan terhadap hegemoni simbol nasional, tetapi juga mencerminkan kebebasan berekspresi dan solidaritas sosial, terutama dalam konteks ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah," ujar Dr. Pratama dalam penelitiannya yang dipublikasikan pada Juli 2025 dikutip dari balikpapan pos.

Pengibaran bendera anime ini, menurutnya, menjadi medium bagi generasi muda untuk mengekspresikan identitas mereka yang lebih cair dan terhubung dengan budaya global.

Namun, munculnya simbol-simbol budaya pop ini membawa tantangan bagi simbol nasional Indonesia. Bendera Merah Putih sebagai simbol negara harus dihormati dan ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi daripada bendera lain, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Di sisi lain, fenomena pengibaran bendera One Piece berpotensi mengaburkan makna eksklusif dari simbol negara, apalagi jika bendera anime tersebut dipasang sejajar atau bahkan lebih mencolok daripada Merah Putih di ruang publik.

Dr. Ahmad Rifa’i, seorang ahli hukum tata negara, menjelaskan, "Secara hukum, jika bendera fiksi, seperti One Piece, dipasang sejajar atau lebih rendah dari Merah Putih, dan tidak dimaksudkan untuk merendahkan negara, maka tindakan ini masih berada dalam 'wilayah abu-abu'. Namun, jika pengibaran tersebut dimaksudkan untuk menghina simbol negara, maka itu akan menjadi masalah hukum," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak ada larangan eksplisit, pengibaran bendera selain Merah Putih harus tetap menjaga norma etika nasional.

Simbol Perlawanan dan Harapan

- Pengibaran bendera ini bukan sekadar ikut-ikutan tren anime, tetapi sudah menjelma menjadi bahasa simbolik generasi muda.

- Sindiran tajam terhadap situasi sosial politik yang memprihatinkan.

- Ekspresi kegelisahan terhadap ketidakadilan dan penindasan.

- Simbol harapan akan adanya perubahan dan keadilan yang lebih baik di masa depan.

Dengan demikian, bendera One Piece di dunia nyata kini bukan hanya properti fiksi, tetapi juga suara kreatif rakyat yang haus keadilan.

Baca Juga : Bawa Aspirasi UMKM lewat Disertasi, Djoni Sudjatmoko Suarakan Pajak Lebih Realistis

Sekilas Tentang Serial One Piece

Fenomena ini tak lepas dari popularitas global serial One Piece.

Menceritakan Monkey D. Luffy, anak laki-laki yang bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut.

Luffy memiliki tubuh elastis setelah memakan Buah Iblis Gomu Gomu no Mi.

Bersama Bajak Laut Topi Jerami, ia berlayar di Grand Line untuk menemukan harta karun legendaris One Piece.

Cerita mengangkat tema persahabatan, keberanian, dan perjuangan melawan ketidakadilan.

Popularitas yang mendunia membuat simbol Jolly Roger mudah dipahami sebagai lambang perlawanan, sehingga kini digunakan dalam konteks kritik sosial di Indonesia.

Fenomena pengibaran bendera One Piece menjelang HUT RI ke-80 menunjukkan bahwa nasionalisme generasi muda bisa hadir dalam bentuk baru yang kreatif. Mereka menyuarakan kegelisahan sosial dan kritik terhadap pemerintah dengan cara yang simbolik dan non-kekerasan.

Selama bendera Merah Putih tetap dihormati dan dikibarkan sesuai aturan, tren ini menjadi bukti kreativitas dan dinamika ekspresi politik generasi digital.


Topik

Serba Serbi one piece bendera one piece jolly roger merah putih simbol perlawanan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya