JATIMTIMES - Di balik sosok agung Rasulullah Muhammad SAW, tersimpan kisah mendalam tentang keluarga beliau yang sarat hikmah, perjuangan, dan keteladanan. Tidak hanya dikenal sebagai pemimpin umat, Nabi Muhammad SAW juga adalah seorang ayah yang merasakan duka kehilangan berulang kali, tiga putranya wafat dalam usia yang masih sangat belia.
Nabi Muhammad SAW dikaruniai enam orang anak dari pernikahannya dengan Sayyidah Khadijah RA, terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Putra sulungnya bernama Qasim. Lahir sebelum masa kenabian, Qasim meninggal dunia dalam usia sekitar dua tahun. Meski terdapat perbedaan riwayat mengenai usianya, kepergian Qasim menjadi kehilangan pertama yang dirasakan Nabi sebagai seorang ayah.
Baca Juga : Bupati Jember Salurkan Bantuan Pangan Beras Ribuan Ton dari Gudang Bulog
Setelah diangkat menjadi nabi, beliau kembali dikaruniai seorang putra bernama Abdullah. Anak ini juga dikenal dengan nama Thayyib atau Thahir. Namun, sama seperti kakaknya, Abdullah wafat saat masih anak-anak. Kedua anak ini merupakan buah hatinya bersama Khadijah.
Sementara itu, dari seorang hamba sahaya bernama Mariyah al-Qibthiyah, lahirlah Ibrahim, putra bungsu Nabi SAW. Ibrahim dilahirkan di Madinah pada bulan Zulhijjah tahun ke-8 Hijriah. Rasulullah sangat mencintainya. Di hari ketujuh kelahiran Ibrahim, beliau menyembelih dua ekor domba sebagai bentuk akikah, mencukur rambut bayi Ibrahim, lalu menanamnya dan bersedekah dengan perak seberat rambut tersebut. Rambut sang bayi dicukur oleh sahabat bernama Abu Hind RA.
Sayangnya, Ibrahim juga meninggal dunia di usia sangat muda, sekitar 16 hingga 18 bulan. Rasulullah SAW dengan penuh haru bersabda, "Sesungguhnya Ibrahim adalah anakku. Ia meninggal dunia dalam masa menyusu. Di surga, akan ada dua ibu susu yang akan menyempurnakan susuan Ibrahim."
Duka kehilangan putra-putra Rasulullah dimaknai secara berbeda oleh kaum Quraisy. Mereka justru merasa gembira, karena menganggap bahwa keturunan Nabi telah terputus. Namun bagi umat Islam, kisah ini menjadi pengingat akan ujian hidup yang juga dialami oleh manusia paling mulia sekalipun.
Di sisi lain, putri-putri Nabi SAW tumbuh menjadi wanita-wanita tangguh dan teladan. Putri tertua, Zainab, menikah dengan Abu al-Ashi. Kisah cintanya sempat diuji karena perbedaan keyakinan sebelum akhirnya sang suami memeluk Islam.
Baca Juga : 5 Cara Investasi Cardano (ADA) di Indonesia
Putri kedua, Ruqayyah, dipersunting oleh sahabat Nabi, Utsman bin Affan. Dari pernikahan ini lahir seorang anak bernama Abdullah, namun anak tersebut wafat dalam usia empat tahun. Ruqayyah sendiri wafat sebelum kemenangan perang Badar.
Putri ketiga, Ummu Kultsum, juga dinikahi oleh Utsman bin Affan setelah wafatnya Ruqayyah. Sebelumnya, ia sempat dinikahkan dengan Utbah bin Abu Lahab, namun diceraikan sebelum pernikahan itu sah secara fisik.
Sementara itu, putri bungsu dan paling dikenal di kalangan umat Islam adalah Fatimah Az-Zahra. Ia menikah dengan sepupu Nabi, Ali bin Abi Thalib, dan dari merekalah lahir keturunan Rasulullah yang terus berlanjut hingga kini. Fatimah dikenal sebagai wanita
