Petugas melakukan olah TKP di Pasar Burung Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol.  Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Petugas melakukan olah TKP di Pasar Burung Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol. Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES - Diduga depresi karena tak punya pekerjaan, seorang pemuda asal Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, bernama  Muhamad Elfian Efendi alias Pendik (25) tega menusuk ayah kandungnya sendiri Jumat (14/12) sekitar pukul 7.00 WIB. 

Kejadian pagi buta di Pasar Burung Desa Bendilwungu itu nyaris tak diketahui oleh orang lain. Pasalnya, pasar  buka hingga jelang pagi. Jadi, para pemilik warung masih tidur. "Tidak ada yang tahu pasti karena pemilik warung pagi masih banyak yang tidur," kata Sinto (57), pemilik warung kopi sebelah TKP.

Korban adalah ayah kandung Pendik bernama Sujak (65). Dia mengalami luka robek di bagian perutnya dan dibawa ke puskesmas. Namun setelah diperiksa tim medis, luka yang di alami cukup dalam sehingga harus dirujuk ke IGD RSUD dr Iskak Tulungagung. Sujak diketahui berada di ruang redzone karena luka serius akibat tusukan pisau dapur. 

"Dari keterangan yang kami peroleh, setelah terkena tusukan pisau dapur, korban oleh istrinya dibawa ke Puskesmas. Saat dibawa, masih bisa berjalan sendiri dan dibonceng istrinya," kata Kanit Reskrim Polsek Sumbergempol Aiptu Edi Susanto.

Dalam olah TKP yang dilakukan, polisi mendapatkan keterangan dari saksi jika penusukan dipicu Pendik yang meminta uang namun tidak diberi. "Awalnya minta uang. Namun karena tidak dikasih, akhirnya terjadi penusukan itu," ungkapnya.

Pelaku Pendik sendiri pernah mengalami depresi berat dan dua kali dibawa ke rumah sakit jiwa. 
"Pelaku ini dua kali ke RSJ karena gangguan jiwa," jelas Edi. Petugas telah melakukan olah TKP dan membawa barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan untuk melakukan penusukan.  (*)