MALANGTIMES - Ritual khusus untuk penggalian situs purbakala di area di Punden Rondo Kuning (Nyi Sutinah), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat (22/11/2018) akhirnya selesai dilaksanakan. Sajian khusus jenang sengkala dan ayam ingkung itu menjadi suguhan khusus dalam selamatan itu, Jumat (23/11/2018).
Suguhan selamatan itu diletakkan di tengah-tengah kerumunan warga. Ritual atau selamatan dimulai dengan bacaan doa dengan menggunakan bahasa Jawa oleh Yoni, sesepuh daerah setempat.
Baca Juga : Tersebar Video Destinasi Wisata Angker di Kota Malang, Berani Uji Nyali?
Yoni mengatakan makna dengan suguhan ayam ingkung (ayam kampung yang dimasak dan disajikan secara utuh) merupakan ritual tradisi di Jawa. Ayam ingkung itu menjadi bagian dari ‘ubo rampe’ atau kelengkapan sesaji yang disajikan sebagai sajen untuk menemani hidangan lain.
“Ingkung dimaknai sebagai bayi yang belum dilahirkan sehingga dianggap belum memiliki kesalahan atau masih suci,” kata Yoni.
Selain itu, ingkung melambangkan sikap pasrah dan menyerah atas kekuasaan Tuhan. Lalu jenang sengkala (abang/merah) memiliki filosofi rasa syukur kepada Tuhan dan juga sebagai ungkapan doa, penyerahan diri kepada Tuhan untuk memohon keselamatan dan keberkahan.
“Dan suguhan itu tidak selalu ini. Ada beberapa ritual lainnya tidak pakai makanan khas ini,” ucapnya.

Menurut dia, ritual ini digelar pada hari Jumat agar pelaksanaan selama penggalian itu berjalan dengan lancar. “Tim yang melaksanakan kegiatan penggalian diberikan keselamatan, supaya juga mendapatkan hasil yang bermanfaat juga,” harapnya.
Usai dilakukannya pembacaan doa, dilanjutkan dengan makan bersama dan penggalian pun dimulai di area yang sudah dipetakan pada Kamis (22/11/2018). Sedangkan penggalian itu bakal dilaksanakan pada Minggu (25/11/2018).
Kemudian data yang diperoleh dari hasil tersebut akan menjadi data literasi purbakala Dinas Pariwisata Kota Batu bersama Tim eskavasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).
Baca Juga : Wali Kota Batu Dewanti Minta Tukar Guling Lahan Situs Pendem, Bakal Dijadikan Cagar Budaya
Lurah Songgokerto Dian Saraswari menjelaskan, di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, itu memang banyak situs purbakala. Penggalian itu dilakukan agar mendapatkan hasilnya.
“Agar busa menambah kazanah pengetahuan menuju terungkapnya sejarah Kelurahan Songgokerto,” ujar Dian. Karena didapati banyaknya situs purbakal, mendatang dia menginginkan jika Kelurahan Songgokerto menjadi wisata budaya.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Batu Winarto menambahkan, adanya penggalian itu setelah didapati laporan dari warga sekitar adanya struktur bangunan purbakala di Punden tersebut. Struktur itu diketahui dari batu bata kuno ini ditemukan di dalam tanah, saat warga membangun pelengsengan tahun 2017 lalu.
“Karena itu untuk mengetahui lebih jelas memang perlu dilakukan penggalian di bawah tanah. Ya semoga dengan penggalian ini supaya mendapatkan hasilnya,” kata Win, panggilan Winarto.
Jika mendapatkan hasil dari penggalian tersebut, bisa ke depannya dijadikan wisata sejarah. “Melihat di Kelurahan Songgokerto ini juga banyak memiliki situs purbakala,” ucapnya. (*)
