MALANGTIMES - Stunting atau balita pendek menjadi salah konsentrasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Meski angka stunting di Kota Pendidikan ini jauh lebih kecil daripada daerah lain, Dinkes masih terus menyosialisasikan pentingnya hidup sehat untuk mencegah stunting pada bayi dan balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi menjelaskan, ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting atau bayi kerdil. Paling utama adalah pemenuhan gizi ibu hamil sejak masih mengandung. Sehingga, nutrisi juga terpenuhi hingga bayi tumbuh.

"Meskipun bukan termasuk dalam kategori gizi buruk, kasus tersebut (stunting) terus ditekan untuk meningkatkan kualitas balita dan generasi penerus," kata dia.

Salah satu cara yang paling sederhana untuk mencegah stunting, menurut kadinkes, adalah mengonsumsi olahan alami. Satu di antaranya adalah olahan yang terbuat dari daun kelor. Sebab, kandungan gizi daun kelor sangat tinggi dan dapat dikonsumsi dengan berbagai olahan. 

Bahkan sejak tiga tahun terakhir, Pemerintah Kota Malang juga sudah mengajak masyarakat untuk menanam sayuran dan taman sehat seperti daun kelor di pekarangan dan kawasan tempat tinggal warga. "Kelor ini memang bagus untuk kesehatan, termasuk bagi ibu yang mengandung," jelas Asih.

Dalam dunia kesehatan, kelor memiliki kandungan zat besi yang sangat bagus untuk ibu hamil.  Selama mengandung, seorang ibu diminta untuk mengonsumsi zat besi untuk menambah darah.

Namun yang terjadi selama ini, ibu hamil cenderung malas dan mual saat mengonsumsi olahan tertentu. Tak menutup kemungkinan seorang ibu hamil akan sangat ogah-ogahan mengonsumsi daun kelor. Maka untuk mencegah itu, sepertinya mengonsumsi olahan yang dibuat lebih ringan bagus untuk ibu hamil.

Daun kelor sendiri dapat diolah untuk berbagai jenis olahan. Mulai dari makanan ringan atau snack sampai dengan makanan berat. Saat ini, olahan sehat yang menggunakan bahan dasar daun kelor juga sudah banyak didapat dan diperjualbelikan. (*)