JATIMTIMES – Nama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mulai mencuat dalam pembicaraan figur potensial untuk Pilgub Jawa Timur. Kehadirannya dalam agenda konsolidasi PDI Perjuangan di Kabupaten Situbondo bahkan disebut bukan sekadar simbol, di tengah partai yang mulai memanaskan mesin menghadapi agenda elektoral mendatang.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan Eri Cahyadi memiliki rekam jejak yang menjadi perhatian. Menurutnya, kinerja Eri selama memimpin Kota Surabaya menjadi salah satu pertimbangan yang membuat namanya diperbincangkan.
Baca Juga : Wali Kota Blitar Perkuat Pembinaan Olahraga, 550 Peserta Sirkuit 3 IBCA MMA Jatim Berlaga di Bumi Bung Karno
"Eri Cahyadi bukan sekadar simbol. Dari sisi pengamatan kami, Wali Kota Surabaya itu selama ini track record-nya luar biasa dan masyarakat Surabaya merasa sangat acceptable dengan keberadaan Eri Cahyadi sebagai Wali Kota," kata Said, Jumat (18/9/2026) saat menghadiri kegiatan konsolidasi internal di Kabupaten Situbondo.
Meski demikian, Said menegaskan Eri bukan satu-satunya figur yang berpotensi. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kepala daerah kader PDI Perjuangan yang memiliki peluang untuk masuk dalam pembicaraan Pilgub Jatim.
"Semua gubernur yang saya sebutkan potensial. Percayalah," ujar Said.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono juga menyebut partainya memiliki banyak stok kader kepala daerah. Mereka dinilai memiliki pengalaman dalam memimpin dan membangun daerah masing-masing.
"Target PDI Perjuangan adalah menang di Jawa Timur. Kami punya stok kader kepala daerah yang berprestasi dan sukses membangun wilayahnya untuk diberi kesempatan running di Pilgub Jatim," kata Deni.
Selain Eri Cahyadi, Deni menyebut sejumlah nama lain, yakni kepala daerah di Banyuwangi, Arifin di Trenggalek, Fauzi di Sumenep, serta Dhito di Kediri.
Deni menegaskan, para kader tersebut saat ini didorong untuk terus melakukan kerja-kerja politik dan membangun penerimaan di tengah masyarakat. Konsolidasi internal partai menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mempersiapkan mesin politik.
"Hari ini kita menyiapkan mesinnya dengan melakukan konsolidasi partai serta turun menyapa masyarakat," ujarnya.
Konsolidasi tersebut tidak hanya menyasar jajaran elite partai. Deni menyebut struktur DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting harus menjadi satu kesatuan. Setelah Situbondo, agenda konsolidasi akan dilanjutkan ke Banyuwangi dan daerah lainnya di Jawa Timur.
Di tengah konsolidasi tersebut, Rudi Afianto, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, juga menegaskan kesiapannya menjalankan tugas kepartaian di wilayah Jawa Timur 4.
Rudi mengatakan dirinya mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu pengampu Jawa Timur 4 bersama Said Abdullah dan unsur lainnya. Menurutnya, kepercayaan tersebut akan dijalankan dengan memperkuat komunikasi antara struktur partai di berbagai tingkatan.
"Saya selaku orang Situbondo baru kali ini diberi kepercayaan dan diberikan kemuliaan untuk bergabung di kepengurusan DPD Partai Jawa Timur. Saya mendapatkan tugas sebagai pengampu Jawa Timur 4 bersama ibu-ibu Bupati Banyuwangi dan Bang Martin Hamonangan, anggota DPRD Jawa Timur," kata Rudi.
Rudi menegaskan dirinya tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan tersebut. Ia bersama jajaran DPD dan DPC akan menjadi penghubung antara struktur partai di tingkat provinsi hingga akar rumput.
"Kami tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan DPD partai yang menunjuk kami sebagai pengampu, sekaligus sebagai penghubung antara DPD partai, DPC partai, dan seluruh pengurus PAC, anak ranting, serta ranting," ujarnya.
Menurut Rudi, konsolidasi struktur menjadi penting karena PDI Perjuangan akan menghadapi agenda elektoral pada 2029. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran partai untuk bekerja sama dan menjaga soliditas.
Baca Juga : Kemarau Makin Kering, 14 Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Malang dalam Sepekan
"Kami bersama Buya Said sebagai pengurus DPD, Mas Andi sebagai pengurus DPC, dan seluruh jajarannya memohon arahan. Kami siap menjalankan tugas-tugas kepartaian, apalagi nanti pada tahun 2029 kita akan menghadapi pemilu, baik pileg maupun pilkada," jelasnya.
Rudi juga menekankan identitas PDI Perjuangan sebagai partai kerakyatan yang berideologikan nasionalis religius. Ia mencontohkan kegiatan keagamaan yang dilakukan di lingkungan DPC PDI Perjuangan Situbondo.
"Kami juga siap menjadikan PDI Perjuangan sebagai partai kerakyatan yang berideologikan nasionalis religius," tegas Rudi.
Menurutnya, kegiatan seperti pembacaan ayat suci Al-Qur'an hingga khatmil Quran pada momentum tertentu menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan partai dengan masyarakat.
Sementara itu, Deni turut menanggapi kabar mengenai kemungkinan gubernur nantinya dipilih melalui DPRD. Ia menegaskan sikap PDI Perjuangan tetap mendorong pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat.
"PDI Perjuangan tetap pada komitmen awal untuk mendorong pemilihan secara langsung, dipilih langsung oleh rakyat," tegas Deni.
Di tingkat Kabupaten Situbondo, konsolidasi partai juga diarahkan untuk memperkuat struktur hingga tingkat bawah. Ketua DPC PDI Perjuangan Situbondo Andi Handoko menyebut keterlibatan perempuan dalam kepengurusan hingga tingkat ranting saat ini mencapai 34 persen.
Sementara pengurus berusia di bawah 35 tahun disebut mencapai 44 persen. Menurut Andi, komposisi tersebut menjadi bagian dari regenerasi sekaligus persiapan menghadapi Pemilu 2029.
"Target kita ke depannya, konsolidasi partai kita berjalan, suara PDI di 2029 nanti harus lebih dari saat ini. Kursi harus lebih dari saat ini," kata Andi.
Untuk Pemilu 2029, Andi menargetkan PDI Perjuangan Situbondo minimal memiliki keterwakilan kursi di setiap daerah pemilihan. Namun, ia mengakui keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat sebagai pemilih.
"Untuk 2029 target kita minimal setiap dapil kita ada. Lebih dari itu, ini adalah keputusan ada di tangan akar rumput karena yang memilih adalah masyarakat," pungkasnya.
Munculnya nama Eri Cahyadi bersama sejumlah kepala daerah lainnya menunjukkan mulai mengemukanya pembicaraan mengenai figur potensial PDI Perjuangan untuk Pilgub Jatim. Meski demikian, dari pernyataan para kader tersebut belum ada penetapan resmi mengenai siapa yang akan diusung partai.