Friday, 18 September 2026 | Malang MALANG
TRENDING HukumPendidikanOlahragaPemerintahanGaya HidupKuliner
Malang Times

Bikin Tertawa, Warga Kota Malang Minta Damkar Ambil Jemuran Terbang hingga Benahi Kitchen Set Miring

BAGIKAN:

JATIMTIMES - Ada-ada saja laporan yang masuk ke UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang. Tak selalu soal api, penyelamatan manusia maupun evakuasi hewan, petugas juga sempat menerima permintaan bantuan untuk mengambil jemuran yang terbang hingga membenahi kitchen set yang miring.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengungkapkan, laporan-laporan tersebut menjadi bagian dari beragam aduan masyarakat yang diterima petugas. Meski terdengar sederhana, setiap laporan tetap harus disesuaikan dengan tingkat kegawatdaruratan dan tugas pokok Damkar.

Baca Juga : Kekurangan 234 Guru, Dukungan Operasional Sekolah Ikut Menyusut

Salah satu laporan terbaru datang dari warga yang meminta bantuan mengambil jemuran. Peristiwa itu bermula ketika pakaian dijemur di loteng rumah, kemudian diterpa angin hingga terbang dan jatuh ke loteng rumah tetangga.

"Jadi baru kemarin ini, ada warga menjemur baju di loteng, lalu bajunya terhempas angin, terbang dan jatuh ke loteng tetangganya. Kemudian minta tolong damkar untuk diambilkan," kata Pandu, Jumat (19/9/2026).

Petugas kemudian memberikan penjelasan bahwa permintaan tersebut belum dapat ditangani karena tidak masuk dalam kategori kegawatdaruratan. Tidak ada ancaman terhadap keselamatan manusia maupun kondisi lain yang membutuhkan tindakan penyelamatan segera.

Penjelasan tersebut akhirnya diterima warga setelah petugas menyampaikan standar operasional prosedur (SOP) serta batasan tugas Damkar. Pandu menyebut petugas tetap berupaya memberikan respons secara humanis agar masyarakat memahami alasan di balik setiap penanganan laporan.

Laporan unik lainnya muncul setelah gempa yang mengguncang Malang beberapa waktu lalu. Seorang warga menghubungi Damkar karena kitchen set di dapurnya miring dan dikhawatirkan roboh.

Tak sekadar meminta pengecekan, warga tersebut juga berharap petugas dapat mengembalikan posisi kitchen set seperti semula. Namun, permintaan itu kembali tidak dapat ditangani karena tidak ditemukan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penyelamatan.

"Dia takut akan roboh, minta damkar untuk membetulkan. Kami sampaikan itu bukan tupoksi kami, tidak ada kegawatdaruratan di situ," jelasnya.

Pandu mengatakan masih ada masyarakat yang menganggap Damkar dapat menangani seluruh persoalan rumah tangga. Padahal, petugas memiliki skala prioritas dalam setiap laporan yang masuk, terutama ketika menyangkut keselamatan manusia, hewan maupun harta benda.

Untuk penyelamatan manusia, misalnya, Damkar Kota Malang cukup sering menangani kasus cincin yang tersangkut di jari. Layanan potong cincin tersebut bahkan dimanfaatkan bukan hanya oleh warga Kota Malang, tetapi juga masyarakat dari Kota Batu dan Kabupaten Malang yang datang langsung ke markas Damkar.

Petugas juga memiliki kemampuan vertical rescue untuk membantu mengevakuasi orang dari tempat tinggi ketika korban tidak mampu turun secara mandiri. Dalam kondisi tertentu, penanganan tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama Public Safety Center (PSC) maupun Dinas Kesehatan Kota Malang.

Baca Juga : Evaluasi 14 Hari, Pemkot Surabaya Kembalikan Arus Jalan Embong Sawo-Embong Gayam 

Sementara dalam penyelamatan hewan, petugas baru-baru ini mengevakuasi ular kobra di wilayah Sukun. Ular tersebut berhasil diamankan dan hingga kini masih ditampung di tempat khusus.

Adapun untuk penyelamatan harta benda, Damkar juga dapat memberikan bantuan dalam situasi tertentu. Misalnya ketika telepon seluler warga terjatuh ke selokan atau ketika seseorang terkunci di luar kendaraan karena kunci mobil tertinggal di dalam.

Pandu menegaskan, petugas pada prinsipnya tetap terbuka terhadap laporan masyarakat. Namun, penanganan harus mempertimbangkan unsur kegawatdaruratan serta tidak mengesampingkan kasus lain yang membutuhkan pertolongan lebih cepat.

"Pada dasarnya, kami siap membantu masyarakat selama masih mencangkup kegawatdaruratan," ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas Damkar Kota Malang dalam menangani kebakaran juga masih cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 85 kejadian kebakaran yang telah ditangani petugas.

Agustus menjadi salah satu periode dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni mencapai 35 kasus. Sementara dalam sepekan terakhir, terdapat 15 penanganan kebakaran dengan 14 di antaranya merupakan kebakaran lahan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa di tengah banyaknya laporan rescue dengan beragam persoalan, tugas utama Damkar untuk merespons kebakaran dan kondisi darurat tetap menjadi prioritas.

Bagikan artikel ini ke media sosial:

Ikuti Perkembangan Berita di Google News

Dapatkan update berita terkini, terverifikasi, dan ulasan mendalam setiap hari dari Malang Times langsung di Google News. Buka Google News →

REDAKSI PELIPUT

Hendra Saputra

PENANGGUNG JAWAB / EDITOR

Sri Kurnia Mahiruni

Terverifikasi Dewan Pers