Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Soal Kebakaran Hutan, Dino Patti Djalal Sebut Istana Punya Teknologi yang Bisa Lacak Titik Api hingga 1 Meter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

17 - Sep - 2026, 11:31

Placeholder
Jarak pandang terbatas akibat karhutla yang terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Mantan diplomat sekaligus eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengungkap teknologi yang pernah digunakan di lingkungan Istana untuk memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dino menyebut teknologi tersebut bisa menunjukkan lokasi hotspot dengan sangat detail. Bahkan, menurut dia, titik api bisa diketahui sampai pohon yang terbakar dengan akurasi sekitar 1 meter.

Baca Juga : Cara Cek Kualitas Udara Hari Ini dari HP, Bisa Pakai Google Maps

Cerita soal teknologi itu disampaikan Dino melalui video yang diunggah di akun media sosialnya. Dia mengaku mengetahui teknologi tersebut saat masih bekerja di Istana.

"Taukah Anda, dulu sewaktu saya bekerja di istana, ada teknologi di suatu ruangan khusus, di mana kalau ada kebakaran hutan, di manapun di Indonesia, maka melalui teknologi ini kita akan tahu di mana hotspot-nya persis sampai titik pohon yang terbakar dengan akurasi 1 meter," kata Dino.

Menurut Dino, kemampuan teknologi tersebut bukan hanya untuk mengetahui lokasi titik api. Data hotspot saat itu juga bisa dicocokkan dengan peta wilayah operasi perusahaan.

Dia mengatakan wilayah operasi perusahaan kelapa sawit telah dipetakan dengan sangat akurat. Dengan begitu, ketika ada titik api, pemerintah bisa mengetahui apakah lokasi tersebut berada di area operasi perusahaan tertentu.

"Dan lebih penting lagi dengan teknologi ini, kita bisa tahu titik kebakaran itu terjadi di lahan perusahaan mana karena semua wilayah operasi perusahaan kelapa sawit waktu itu sudah dipetakan dengan sangat akurat," ujarnya.

Dino menilai kemampuan teknologi tersebut penting untuk penanganan karhutla sekaligus penelusuran tanggung jawab pihak yang terkait dengan lokasi kebakaran.

"Dengan demikian kita bisa tahu langsung sebaran titik-titik api ini ada dimana dan kita bisa memetakan aksi dan pertanggungjawaban dari perusahaan kelapa sawit karena bukti-buktinya juga sangat telak dan perusahaan yang terkait juga tidak bisa mengelak," lanjut Dino.

Dino kemudian berharap teknologi tersebut masih tersedia dan bisa kembali digunakan pemerintah untuk menangani karhutla.

Dia mengatakan tidak mengetahui secara pasti apakah sistem yang pernah digunakan saat dirinya bekerja di Istana tersebut masih aktif hingga sekarang. Karena itu, Dino menyebut dirinya berasumsi teknologi cross-check antara titik api dan izin perusahaan masih ada.

"Saya berasumsi teknologi cross-check titik api dan izin perusahaan ini masih ada di istana dan mudah-mudahan tidak terbengkalai," kata Dino.

Dino meminta teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu pemerintah mengetahui asal-usul titik api. Menurut dia, sistem itu bisa digunakan Presiden bersama kementerian dan lembaga yang menangani persoalan karhutla.

"Dan saya berharap teknologi ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dipergunakan oleh Presiden dan semua menteri dan lembaga yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan," tuturnya.

Pernyataan Dino tersebut menjadi sorotan di tengah penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga Rabu (16/9) malam update dari Kementerian Kehutanan, masih terdeteksi 479 hotspot high confidence di wilayah Indonesia. 

Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP dan NOAA-20 menunjukkan hotspot panas masih terjadi di enam provinsi prioritas. Rinciannya yakni Sumatera Selatan 123 titik; Kalimantan Tengah 102 titik; Kalimantan Barat 21 titik; Jambi 12 titik; Kalimantan Selatan 11 titik serta Riau 11 titik. 

Baca Juga : Ustaz Felix Siauw Kritik Ritual Satanic di SKNC Pekalongan, Pernah Terjadi di Malang? 

Adapun Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak di antara enam provinsi prioritas.
Karena itu, patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan hingga pendinginan diperkuat.

Dampak karhutla juga dirasakan satwa liar. Kebakaran dapat membuat satwa keluar dari habitatnya untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Kementerian Kehutanan melalui Balai KSDA bersama mitra konservasi meningkatkan patroli, pemantauan dan penyelamatan satwa di wilayah terdampak. 

BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mencatat 21 orangutan telah dievakuasi. Selain itu, ada 12 individu satwa liar lain yang dievakuasi, terdiri atas trenggiling, bekantan, lutung kelabu, kukang Kalimantan dan musang tenggalung.

Kualitas udara di sejumlah wilayah masih perlu diwaspadai. Pantauan PM2,5 menunjukkan kondisi udara di Indonesia bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang.

Namun, sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Ada juga area terbatas yang masuk kategori berbahaya.

Pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada 16 September menunjukkan jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas bervariasi. Di Pontianak, jarak pandang sekitar 5 kilometer dengan kondisi berasap. Sementara Palangka Raya dan Banjarmasin tercatat 10 kilometer atau lebih.

Jambi memiliki jarak pandang sekitar 9 kilometer, Pekanbaru 8 kilometer, sedangkan Palembang 10 kilometer atau lebih. Namun kondisi tersebut bisa berubah cepat.

Untuk Kamis pagi (17/9/2026), BMKG memprakirakan kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak mengalami udara kabur dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer. Karena itu, kewaspadaan terhadap dampak asap masih diperlukan.

Masyarakat di wilayah terdampak asap diminta terus memantau kualitas udara. Jika kondisi memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi. 

Masker juga disarankan tetap dikenakan jika harus beraktivitas di luar. Khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, lansia serta orang dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.


Topik

Peristiwa kebakaran hutan dino patti djalal lacak kebakaran hutan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya