Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Jelang Penertiban, Pedagang Pasar Gadang Masih Dihadapkan Masalah Listrik dan Kekhawatiran

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

14 - Sep - 2026, 19:55

Placeholder
Kawasan Pasar Induk Gadang yang baru.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Rencana pembongkaran kios di kawasan depan Pasar Induk Gadang (PIG) memasuki batas waktu. Namun, sebelum pedagang benar-benar berpindah ke area belakang pasar, masih ada persoalan infrastruktur yang dipertanyakan.

Salah satunya menyangkut pasokan listrik di lokasi relokasi. Kepastian fasilitas dasar tersebut dipertanyakan langsung kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat berada di kawasan PIG, Senin (14/9/2026).

Baca Juga : Pedagang Dituntut Segera Masuk, Lapak Baru Pasar Gadang Belum Sepenuhnya Siap

Seorang pedagang bahkan secara langsung meminta kepastian apakah instalasi listrik di area belakang pasar sudah dapat digunakan ketika mereka mulai menempati lokasi tersebut.

"Izin Pak Wahyu, untuk instalasi listrik di area relokasi belakang bagaimana? Apa sudah menyala ketika kita masuk?" tanya pedagang tersebut.

Pertanyaan itu mendapat jawaban langsung dari Wahyu. Ia memastikan kebutuhan listrik di lokasi relokasi sudah tersedia dan menyala. "Sudah siap dan tinggal berkoordinasi dengan koordinator pedagang," jawab Wahyu.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesiapan teknis lokasi relokasi masih membutuhkan koordinasi di tingkat pedagang. Padahal, perpindahan pedagang merupakan bagian penting dari tahapan penataan kawasan PIG.

Tak hanya itu. Seorang pedagang kerupuk yang enggan menyebutkan namanya juga merasa khawatir dengan kondisi pasar yang masih terkesan berantakan meskipun ia mengakui bahwa pembangunan memang sedang berproses. 

"Katanya dibangun. Ini sudah lama kok saya lihat semakin (berantakan begini)," ujarnya sambil menata dagangannya yang masih bertumpuk sangat banyak. 

Menurut dia, jika pembangunan tak kunjung rampung, maka pedagang bisa kehilangan pelanggannya. Sebab, pelanggan tentu akan mencari lokasi pasti pedagang langganannya. 

Sebenarnya, ia juga tak memiliki lapak pasti untuk berjualan kerupuk. Biasanya, ia hanya menjual dengan menitipkan kerupuknya di beberapa pedagang. Namun, ia merasa cukup terdampak karena lapak yang ada di lokasi baru juga belum rampung sepenuhnya. 

"Biasanya saya titip saja ke pedagang di dalam yang mau dititipin. Saya juga bayar retribusi biasanya sebesar Rp 4 ribu. Meskipun saya PKL, saya berusaha tertib," tuturya.

Baca Juga : Jika Tak Dibongkar Mandiri, 104 Lapak Pasar Gadang Bakal Dirobohkan Ekskavator

Persoalan listrik menjadi krusial karena pedagang tidak hanya membutuhkan tempat untuk memindahkan barang dagangan. Mereka juga bergantung pada fasilitas dasar agar aktivitas jual beli dapat langsung berjalan setelah menempati lokasi baru.

Jika pasokan listrik belum berfungsi optimal ketika perpindahan dilakukan, pedagang berpotensi menghadapi persoalan baru setelah meninggalkan kios mereka di bagian depan pasar.

Karena itu, kesiapan lokasi relokasi idealnya tidak hanya disampaikan melalui jaminan secara lisan. Kondisi instalasi listrik dan fasilitas penunjang lainnya perlu dipastikan benar-benar siap sebelum pedagang mulai menempati area belakang PIG.

Penataan kawasan PIG pun tidak cukup diukur dari keberhasilan mengosongkan dan membongkar kios bagian depan. Ukuran lainnya adalah apakah pedagang yang dipindahkan dapat kembali berjualan dengan fasilitas yang memadai.

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyebut bahwa pembangunan area baru bagi pedagang memang masih terus berproses. Selain itu, sejumlah pedagang juga masih mempersiapkan tempat berjualan di dalam kawasan pasar.  Kondisi itu membuat sebagian pedagang membutuhkan waktu lebih panjang untuk berpindah.

Menurut Eko, kebutuhan setiap pedagang memang tak bisa disamakan satu sama lain. Mereka harus menyiapkan tempat penyimpanan sekaligus penataan komoditas yang dijual. “Kalau pracangan (misalnya), itu mundur waktunya karena dia lagi mempersiapkan tempatnya,” kata Eko.


Topik

Pemerintahan Pasar Gadang penataan pedagang Kota Malang Pemkot Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan