JATIMTIMES - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang mulai memetakan kebutuhan madrasah untuk menentukan program kerja 2027. Evaluasi kondisi internal madrasah menjadi salah satu pijakan sebelum program dan anggaran ditetapkan.
Pemetaan tersebut dilakukan melalui pendalaman instrumen Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dalam pendampingan penyusunan Rencana Kerja Tahunan Madrasah (RKTM) Tahun Anggaran 2027, belum lama ini.

Kepala MTsN 2 Kota Malang Anita Yusianti MPd menekankan agar penyusunan rencana kerja tidak berhenti pada kebutuhan administrasi. Menurut dia, setiap program yang masuk dalam perencanaan harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan berkaitan dengan kepentingan peserta didik.
Baca Juga : Punya Lini Serang Tajam, Arema FC Justru Bermasalah Saat Harus Mempertahankan Skor
“Mari kita menyusun dengan data, bekerja dengan hati, dan melangkah bersama. Setiap program harus memberi manfaat bagi anak-anak dan membawa madrasah menjadi lebih baik,” kata Anita.
Persoalan tersebut menjadi penting karena RKT nantinya menjadi salah satu dasar madrasah dalam menentukan arah program selama satu tahun. Karena itu, kebutuhan yang ditemukan melalui evaluasi harus terlebih dahulu dipetakan sebelum diterjemahkan menjadi program kerja.
Ketua Kelompok Kerja Pengawas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Dra Chusnul Chotimah MAg dalam pendampingan tersebut menjelaskan bahwa EDM digunakan untuk melihat kondisi madrasah secara objektif. Evaluasi tidak hanya diarahkan untuk mengetahui capaian, tetapi juga menemukan bagian yang masih membutuhkan perbaikan.
“Semakin jujur kita melakukan evaluasi, semakin mudah kita menemukan kekurangan dan menentukan langkah perbaikan,” ujar Chusnul.
Baca Juga : Cek Sekarang! Ini 3 Bansos yang Bisa Diterima Desil 1-4 pada September 2026
Hasil EDM selanjutnya menjadi bahan dalam penyusunan RKT maupun Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAT). Dengan pendekatan tersebut, program yang disusun diharapkan tidak muncul hanya berdasarkan asumsi, melainkan merujuk pada kondisi dan kebutuhan yang ditemukan di madrasah.
Pendampingan penyusunan RKTM 2027 ini diikuti guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Kota Malang. Hadir pula pengawas madrasah Drs Farid Wajdi Sjaifullah MPd serta unsur komite madrasah.
