JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Isu penghentian program tersebut ditepis karena dinilai berasal dari pemberitaan lama.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, hingga saat ini pelaksanaan MBG di Kota Malang berlangsung aman dan lancar. Tidak ada kejadian yang menjadi alasan untuk menghentikan program tersebut.
Baca Juga : Lucu! Wakil Wali Kota Blitar Cosplay Jadi Pendemo, Turun ke Jalan Menuntut Pemerintahannya Sendiri
“MBG sekarang tetap berjalan, aman. Dan Malang ini menjadi salah satu contoh MBG yang baik,” kata Wahyu saat ditemui usai rapat paripurna, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pelaksanaan MBG sejauh ini tidak menimbulkan persoalan yang membuat penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah, merasa terganggu.
“Tidak pernah ada sesuatu yang akhirnya membuat anak-anak yang menerima MBG ini menjadi pengeluh kesah dan lain-lain. Kita berjalan aman, lancar, tidak ada halangan,” ujarnya.
Wahyu juga membantah kabar yang menyebut pelaksanaan MBG di Kota Malang dihentikan. Ia menyebut informasi tersebut merupakan pemberitaan lama yang telah diklarifikasi.
“Tidak benar. Itu kan berita lama. Dan juga ada di Setda juga ada klarifikasinya terkait dengan berita tersebut,” tegasnya.
Meski berjalan lancar, Wahyu memastikan evaluasi terhadap program MBG tidak berhenti. Pemkot Malang masih melakukan pengawasan untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Evaluasi tersebut dilakukan melalui Satgas MBG yang terus memantau pelaksanaan program di lapangan. Satgas juga melakukan pemantauan terhadap mekanisme distribusi hingga penerapan SOP.
“Evaluasi terus. Karena kan ada Satgas-nya. Satgas-nya terus kita akan evaluasi terkait dengan SOP. Kita terus turun,” jelas Wahyu.
Baca Juga : Update Sebaran Abu Anak Krakatau: 4 Bandara Masih Ditutup Sementara
Ia menambahkan, Satgas MBG juga secara berkala turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan tersebut mencakup langkah-langkah pelaksanaan hingga mekanisme distribusi makanan.
“Satgas-nya kan diketuai oleh Pak Sekda, terkait dengan langkah-langkah SOP, mekanisme, dan lain-lain tetap kita pantau terus, kita awasi,” katanya.
Di sisi lain, Wahyu menilai keberadaan MBG masih dibutuhkan dalam sektor pendidikan Kota Malang. Hal itu terlihat dari pelaksanaan program yang masih terus berjalan hingga saat ini.
“Sampai saat ini terbukti masih dibutuhkan terkait dengan itu,” pungkasnya.
Informasi didapat JatimTIMES, hingga September 2026, total penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang tercatat mencapai sekitar 181 ribu orang
Penerima manfaat meliputi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
