Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Nusa Tenggara Timur Masih Diguncang Gempa Susulan hingga 3.400 Kali, Kapan Mereda?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

20 - Aug - 2026, 14:18

Placeholder
Titik gempa susulan di NTT yang masih terjadi hingga 3400 kali, per-Kamis (20/8/2026). (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Gempa susulan masih mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Hingga Kamis (20/8/2026) pagi, jumlah gempa susulan yang tercatat sudah lebih dari 3.400 kali.

Berdasarkan pencatatan BMKG, gempa susulan tersebut memiliki kekuatan yang beragam, mulai dari M 1,0 hingga M 6,2. Aktivitas gempa masih terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Flores.

Baca Juga : Belajar dari Gempa NTT, Ini Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Besar hingga Tsunami

Terbaru, gempa susulan M 6,0 mengguncang Kabupaten Manggarai pada Kamis (20/8) pagi. Gempa tercatat terjadi pukul 09.46 WIB atau 10.46 Wita.

BMKG mencatat episentrum gempa berada sekitar 43 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa M 6,0 itu kembali membuat warga panik. Di Ruteng, seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung yang diduga dipicu kepanikan saat gempa.

Korban bernama Servolus Jebarus (56), warga RT 15/RW 005, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Kerabat korban, Hiro, mengatakan Servolus tiba-tiba jatuh lemas setelah mendengar teriakan warga ketika gempa terjadi.

"Tadi terdengar teriakan warga saat gempa pertama dan terjadi kepanikan di dalam rumah. Korban kemudian jatuh lemas," tutur Hiro, dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (20/8/2026).

Servolus sempat dilarikan ke RSUD Ben Mboi Ruteng untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Jenazah Servolus kemudian disemayamkan di rumahnya di Kelurahan Tenda. Korban meninggalkan seorang istri dan lima anak.

Gempa Susulan Kapan Mereda?

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengatakan masyarakat NTT masih perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan dalam beberapa pekan mendatang.

Berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan memang masih berlangsung. Namun, kekuatannya cenderung semakin kecil dibandingkan gempa utama M 7,7.

Suharyanto meminta masyarakat tidak panik menghadapi kondisi tersebut. "Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama. Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026). 

Dengan demikian, aktivitas gempa susulan diperkirakan masih dapat dirasakan masyarakat hingga beberapa pekan ke depan. Meski demikian, tren kekuatannya terus dipantau untuk memastikan kondisi di wilayah terdampak.

Baca Juga : BMKG Peringatkan Kekeringan Ekstrem Agustus 2026, Ini Daerah yang Masuk Kategori Awas

Korban Gempa NTT Capai 72 Orang

Di tengah masih berlangsungnya gempa susulan, jumlah korban akibat gempa utama juga terus diperbarui.

BNPB mencatat hingga pukul 09.00 WIB, Kamis (20/8/2026), korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT mencapai 72 orang.

Selain korban meninggal, sebanyak 900 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 82.691 orang dengan total 18.019 kepala keluarga (KK) terdampak.

Kerusakan bangunan juga cukup luas. Data Pusdatinkom BNPB mencatat terdapat 29.001 rumah rusak akibat gempa.

Rinciannya terdiri dari:
• 11.699 rumah rusak berat
• 6.542 rumah rusak sedang
• 10.760 rumah rusak ringan

Gempa juga berdampak pada berbagai fasilitas publik. Tercatat 804 fasilitas pendidikan dan 237 fasilitas kesehatan terdampak.

Selain itu, sebanyak 195 rumah ibadah, 257 unit kantor dan satu gudang Bulog juga terdampak.
Kerusakan turut terjadi pada infrastruktur lainnya. BNPB mencatat sembilan fasilitas irigasi, 116 fasilitas umum, 45 titik jalan, satu pasar dan 16 jembatan terdampak gempa.

NTT Tetapkan Tanggap Darurat hingga 28 Agustus

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari.

Status tersebut berlaku mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Penetapan ini menjadi dasar bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk melakukan penanganan, evakuasi, pemenuhan kebutuhan pengungsi serta pemulihan wilayah terdampak.


Topik

Peristiwa gempa ntt gempa flores gempa susulan bmkg suharyanto



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya