Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Heboh Anak Menkeu Purbaya Masuk Desil 7, Warganet Bandingkan dengan Pengguna Beat

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Aug - 2026, 17:33

Placeholder
Unggahan story anak Menkeu Purbaya. (Foto: X)

JATIMTIMES - Status desil anak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ramai dibicarakan di media sosial. Putra Purbaya disebut tercatat dalam Desil 7.

Sorotan itu bermula dari unggahan akun X @LambeSaham*** yang membagikan tangkapan layar Instagram Story Yudo Achilles Sadewa, putra kedua Purbaya.

Baca Juga : Desil 10 Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Begini Cara Ubah Data Lewat Online

Dalam unggahan tersebut, Yudo terlihat memperlihatkan status desil yang diduga merupakan datanya. Ia juga menulis soal pilihan bahan bakar untuk kendaraannya.

"Mungkin kalo xmax harus Pertamax, tapi boleh gak motor aerox diisi Pertalite?" tulis Yudo. 

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat keterangan bahwa data tersebut berada pada Desil 7.

Akun @LambeSaham*** kemudian mempertanyakan data tersebut. "anjirrr anak purbaya dapat desil 7 ini datanya boong njirr pasti masa anak purbaya desil 7," tulis akun itu.

Unggahan tersebut kemudian ramai mendapat tanggapan warganet. Sebagian membandingkan status desil mereka yang mengaku memiliki kondisi ekonomi jauh berbeda, tetapi justru tercatat pada desil lebih tinggi.

"Anak pejabat desil 7, nanti ada yang naik Beat desil 10. Dunia bakal kebalik-balik wkwk," tulis @maliii****.

Warganet lain mengaku hanya memiliki sepeda motor dan berpenghasilan setara upah minimum, tetapi tercatat dalam Desil 10.

"aku naik beat karbu 2010 juga desil 10 kak, pdhl gaji UMR imut, gapunya tanah atau rumah, mobil juga gapunya kak, motor aja cuma punya 1, yaAllah dzolim bgt yg manipulasi data gueh</3," tulis @ain****.

Ada pula yang mengaku tercatat di Desil 9 meski dirinya dan suaminya sama-sama berpenghasilan UMR.

"aku naik beat tbtb desil 9 aja:))))))))) pdhl wlpn aku sm suami sama2 kerja UMR kota kami mungil sekali (clue : jawa tengah)," tulis @kdy****.

Sementara akun @Nila**** menulis singkat, "(aku) Desil 8 padahal nganggur?."

Apa Arti Desil 7?

Ramainya status desil di media sosial membuat istilah tersebut kembali menjadi perhatian. Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ke dalam 10 kelompok.

BPS menjelaskan desil merupakan pembagian data menjadi 10 kelompok berdasarkan urutan tingkat pengeluaran atau kesejahteraan. Artinya, desil menunjukkan posisi relatif, bukan batas nominal pendapatan tertentu. 

Dalam DTSEN, Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dengan demikian, Desil 7 berarti sebuah rumah tangga berada pada kelompok kesejahteraan relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok Desil 1-6. Namun, status tersebut tidak otomatis berarti orang yang bersangkutan merupakan orang kaya atau memiliki pendapatan tertentu.

Baca Juga : Prabowo Klaim Penghasilan Ojol Naik 3 Kali Lipat, Dibantah SPAI hingga Driver 

Data Cek Bansos Kemensos juga menjelaskan setiap desil mencakup sekitar 10% keluarga di Indonesia. Penentuannya menggunakan sejumlah variabel sosial ekonomi, antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset. 

Desil Tak Hanya Ditentukan dari Gaji

Salah satu hal yang sering menimbulkan salah paham adalah anggapan bahwa desil ditentukan berdasarkan besaran gaji seseorang.

Padahal, pemeringkatan kesejahteraan dalam DTSEN menggunakan berbagai indikator. BPS menyebut variabel yang digunakan antara lain identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi dan kualitas tempat tinggal, akses sanitasi dan air minum, kesehatan, kepemilikan aset hingga kepemilikan usaha. 

Karena itu, tidak tepat jika seseorang langsung menyimpulkan status desil hanya dari penghasilan bulanan.

Desil juga berkaitan dengan kondisi rumah tangga. Artinya, kondisi sosial ekonomi anggota keluarga dan rumah tangga secara keseluruhan dapat memengaruhi posisi dalam pemeringkatan.

Hal ini pula yang membuat masyarakat dengan kondisi yang terlihat sederhana bisa saja berada pada desil yang sama dengan keluarga yang secara ekonomi jauh lebih mapan.

Kenapa Orang Biasa Bisa Masuk Desil 10?

Desil merupakan sistem pemeringkatan relatif. Jadi, Desil 10 tidak berarti semua orang di dalamnya memiliki tingkat kekayaan yang sama.

BPS menjelaskan desil menunjukkan posisi dalam distribusi kesejahteraan. Karena itu, pengeluaran atau kondisi ekonomi seseorang bisa saja terasa biasa menurut ukuran pribadi, tetapi tetap berada pada kelompok desil tertentu ketika dibandingkan dengan populasi secara keseluruhan. 

Dalam sistem tersebut, orang dengan pendapatan sangat tinggi dan rumah tangga dengan kondisi ekonomi yang lebih sederhana dapat berada dalam kelompok desil yang sama jika hasil pemeringkatan indikator kesejahteraannya masuk pada kelompok tersebut.

Jadi, jika seseorang menemukan dirinya berada di Desil 7, 8, 9, atau bahkan 10, status tersebut tidak serta-merta menunjukkan besarnya gaji atau kekayaan yang dimiliki.

Data Desil Bisa Berubah

DTSEN juga bukan data yang bersifat statis. BPS menyatakan data tersebut terus dimutakhirkan untuk meningkatkan akurasi pemeringkatan kesejahteraan. Pada DTSEN Volume 2 Tahun 2026, cakupan data yang dimutakhirkan mencapai sekitar 95,3 juta keluarga atau 289,3 juta individu. 

Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data dapat mengajukan pemutakhiran melalui mekanisme yang disediakan pemerintah. Setelah data diverifikasi, pemeringkatan dapat diperbarui secara berkala.


Topik

Peristiwa status desil anak purbaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri