Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Wamendag Tinjau Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang, Soroti Pentingnya Menyiapkan Generasi Siap Tembus Pasar Global

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

24 - Jul - 2026, 18:20

Placeholder
Wamendag RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi MAN 2 Kota Malang (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Program Sekolah Garuda tidak hanya diproyeksikan mencetak lulusan yang mampu bersaing di perguruan tinggi dunia, tetapi juga menjadi pintu untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi persaingan ekonomi global. 

Pesan itu mengemuka saat Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi MAN 2 Kota Malang, Jumat, (24/7/2026).

Baca Juga : Seragam Gratis di Kota Malang Tak Otomatis untuk Keluarga Miskin, Sekolah Jadi Pintu Verifikasi

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di sela agenda Kementerian Perdagangan mengawal program prioritas "Lokal ke Global" yang mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia. Sebelum meninjau sejumlah industri berorientasi ekspor di Malang, Wamendag memilih melihat langsung implementasi Program Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai salah satu sekolah pelaksana sejak Mei 2026.

2

Menurut Roro Esti, pembangunan daya saing bangsa tidak cukup hanya melalui penguatan industri. Fondasi utamanya adalah kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak bangku sekolah.

"Fasilitasnya lengkap, siswa-siswinya sangat antusias dan aktif. Ini bukti nyata bahwa sumber daya manusia Indonesia sangat luar biasa. Insya Allah kita bisa semakin berdaya saing melalui berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan, Kemendag memiliki program Kampuspreneur yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan generasi muda. Program tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan semangat Sekolah Garuda karena sama-sama berorientasi membangun SDM unggul yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

1

"Kami ingin semangat kewirausahaan ditanamkan sejak dini. Anak-anak harus tahu bahwa kreativitas mereka bisa menghasilkan produk yang tidak hanya laku di pasar nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional," katanya.

Roro menegaskan peluang produk Indonesia di pasar global masih terbuka lebar. Untuk sektor UMKM, komoditas seperti kopi, kakao, cokelat, hingga modest fashion Indonesia terus menunjukkan tren permintaan yang meningkat, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Sementara untuk industri skala besar, produk alas kaki masih menjadi salah satu penopang utama ekspor nasional. Selain itu, minyak sawit Indonesia juga tetap menjadi komoditas strategis yang dipasarkan ke berbagai negara, mulai Eropa, Timur Tengah, Pakistan hingga India.

Ia berharap pertumbuhan industri berorientasi ekspor mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita berharap industri yang berkembang mampu menciptakan multiplier effect yang positif, melibatkan tenaga kerja lokal dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Roro juga menilai keberadaan Sekolah Garuda maupun Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas sekaligus memiliki mental kompetitif.

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM merupakan investasi jangka panjang agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam perdagangan dunia.

1

Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. Samsudin mengatakan kunjungan Wamendag menjadi suntikan motivasi bagi sekolah, terutama setelah MAN 2 resmi ditetapkan sebagai Sekolah Garuda.

Baca Juga : Lahan Perhutani 2 Ha di Jalibar Oro-oro Ombo Disiapkan Jadi TPU Kota Batu

Ia menyebut kehadiran Wamendag memberikan perspektif baru mengenai pentingnya konektivitas lintas sektor dalam mendukung cita-cita siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

"Kehadiran Bu Wamen memberikan motivasi kepada kami untuk terus melakukan inovasi. Yang paling penting, kami memperoleh tambahan informasi dan membuka peluang komunikasi yang bisa mendukung kesuksesan anak-anak kami," katanya.

Samsudin mengungkapkan MAN 2 Kota Malang selama ini memang memiliki kultur akademik yang kuat. Seluruh lulusannya melanjutkan pendidikan tinggi, sementara minat siswa untuk kuliah di luar negeri terus meningkat.

Pada tahun ini, sebanyak 19 siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri. Setelah berstatus Sekolah Garuda, antusiasme tersebut semakin tinggi. Dari siswa kelas XI saja, sekitar 200 orang telah menyatakan minat mengikuti jalur studi ke luar negeri.

"Ini menunjukkan Sekolah Garuda semakin memotivasi anak-anak kami untuk mengejar pendidikan internasional, tentu dengan harapan memperoleh beasiswa," jelasnya.

Selain memperkuat prestasi akademik, MAN 2 Kota Malang juga telah mengembangkan pendidikan kewirausahaan melalui mata pelajaran Pendidikan Kewirausahaan (PKWU) yang didukung laboratorium praktik. Aktivitas koperasi sekolah juga menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah pemberdayaan pelaku UMKM yang mengelola kantin madrasah.

Menurut Samsudin, pendekatan tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Wamendag bahwa lulusan masa depan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha, membangun jejaring global, dan mampu menciptakan peluang ekonomi di tengah persaingan internasional.


Topik

Pendidikan sekolah garuda wamendag wali kota malang kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan