JATIMTIMES – Di tengah meningkatnya persaingan perguruan tinggi pada level global, Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil mencatatkan namanya dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Kampus ini masuk dalam kelompok peringkat 1001–1500 dunia, menandai pengakuan internasional terhadap kontribusi yang diberikan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa peran perguruan tinggi saat ini tidak lagi semata diukur dari kualitas akademik dan publikasi ilmiah, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat, lingkungan, serta kemampuan menjawab berbagai persoalan global. Melalui THE Impact Rankings, universitas dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap target-target SDGs yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga : Kirab Budaya Pencak Silat Semarakkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Siap Jadi Agenda Tahunan
Dari sejumlah indikator yang dinilai, Unisma mencatat hasil paling menonjol pada kategori SDG 5: Gender Equality dengan menempati posisi 101–200 dunia. Peringkat tersebut menempatkan Unisma di antara perguruan tinggi yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendorong kesetaraan gender dan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif.
Selain itu, Unisma juga menunjukkan performa yang kompetitif pada aspek ketahanan pangan dan pendidikan berkualitas. Pada kategori SDG 2: Zero Hunger dan SDG 4: Quality Education, universitas ini berhasil masuk kelompok peringkat 401–600 dunia. Hasil tersebut mencerminkan keterlibatan kampus dalam pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan sekaligus dukungan terhadap isu ketahanan pangan yang menjadi perhatian global.
Pada indikator SDG 1: No Poverty, Unisma berada di kelompok peringkat 601–800 dunia. Sementara pada SDG 17: Partnerships for the Goals, yang mengukur kekuatan kolaborasi dan jejaring kerja sama, kampus ini menempati peringkat 801–1000 dunia. Untuk kategori SDG 3: Good Health and Well-Being, Unisma juga berhasil masuk dalam kelompok 1001+ dunia.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai aktivitas yang selama ini dikembangkan kampus melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kemitraan dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga masyarakat secara umum.
Rektor Unisma, Prof Drs Junaidi Mistar PhD, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, alumni, mitra, dan para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi terhadap perkembangan universitas. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi Unisma dalam menjawab berbagai tantangan global,” ujarnya.
Baca Juga : PAW DPRD Jatim: Andy Firasadi Resmi Dilantik Gantikan Hasanuddin
Masuknya Unisma dalam pemeringkatan THE Sustainability Impact Ratings 2026 menunjukkan bahwa transformasi perguruan tinggi tidak lagi hanya berfokus pada capaian internal kampus. Pengakuan internasional tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana institusi pendidikan tinggi dituntut mampu menghasilkan dampak yang terukur bagi pembangunan berkelanjutan, mulai dari pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, kesetaraan gender, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dengan capaian ini, posisi Unisma sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam agenda pembangunan global semakin menguat. Pengakuan dari lembaga pemeringkatan internasional juga menjadi tolok ukur bahwa berbagai program yang dijalankan kampus telah memperoleh legitimasi dan pengakuan di tingkat dunia.
