JATIMTIMES - Sebanyak 16 pemain putri terbaik asal Malang mendapat kesempatan tampil di ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 23-28 Juni. Berstatus sebagai salah satu tim debutan, skuad All-Stars Malang siap bersaing dengan tim-tim terbaik dari 11 kota lainnya.
Malang tergabung di Grup A bersama Surabaya, Jakarta, serta Samarinda dalam perebutan tiket menuju fase gugur. Bagi tim All-Stars Malang, keikutsertaan di turnamen ini bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi momen penting untuk mengasah mental bertanding para pemain muda di level nasional.
Baca Juga : Munas-Konbes NU 2026 Selesai, Tambang hingga MBG Jadi Sorotan
Persiapan teknik dan mental telah dilakukan secara maksimal agar para pemain mampu menunjukkan kualitas terbaik mereka saat menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam selama kompetisi berlangsung.
Pelatih Kepala Tim All-Stars Malang, Heri, mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari ajang yang mempertemukan talenta-talenta terbaik sepak bola putri usia dini dari seluruh Indonesia tersebut. Menurutnya, pengalaman bertanding di MLSC All-Stars 2026 akan menjadi bekal berharga bagi para pemain untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka di masa mendatang.
Baginya perkembangan dan kenyamanan para pemain selama mengikuti turnamen dibanding memberikan tekanan untuk meraih kemenangan. “Yang penting para pemain enjoy di sini (berkompetisi di MLSC All-Stars 2026). Saat persiapan saya sudah kasih bekal, yang terpenting anak-anak bisa menerapkan apa yang diterapkan di latihan ke pertandingan,” katanya.
Ia berharap para srikandi muda Malang dapat tampil lepas dan mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimiliki di lapangan. Heri meyakini, apabila para pemain mampu memberikan penampilan terbaiknya, maka hasil positif akan datang dengan sendirinya.
“Kita kasih yang terbaik saja, kalau kita kasih yang terbaik hasilnya akan mengikuti,” jelas Heri.
Turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mempertemukan para pemain hasil seleksi dan pembinaan sepanjang musim kompetisi. Kota-kota yang berpartisipasi berasal dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kudus, Samarinda, dan Banjarmasin.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyebut All-Stars menjadi tahapan penting untuk menyiapkan para pemain menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi. “MilkLife Soccer Challenge All-Star 2026 merupakan puncak dari komitmen kami dalam mengawal ekosistem sepak bola putri usia dini di Indonesia,” terangnya.
Para pemain terbaik yang terpilih diharapkan mampu menjadi pondasi bagi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia. “Kami membawa para calon srikandi terbaik ini ke panggung All-Star di Kudus dengan satu tujuan besar, yaitu mematangkan mental juara dan mempersiapkan mereka menjadi fondasi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia,” imbuhnya.
Berbeda dari edisi sebelumnya, tahun ini format pertandingan berubah dari 7 lawan 7 menjadi 9 lawan 9. Durasi pertandingan pun ditambah menjadi dua babak masing-masing 20 menit dengan waktu istirahat selama 10 menit.
Baca Juga : Lengkap! Niat Puasa Tasua dan Asyura 2026 Arab, Latin, Artinya, hingga Jadwal Pelaksanaannya
Kuota pemain dalam setiap tim juga bertambah dari 14 menjadi 16 orang termasuk pemain cadangan. Selain itu, masing-masing tim masih diperbolehkan diperkuat maksimal dua pemain tamu atau guest star yang lahir paling lambat tahun 2012.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menambahkan kualitas persaingan tahun ini dinilai lebih merata dibandingkan musim lalu. “Tim pemandu bakat kami melihat persaingan yang jauh lebih merata dan kompetitif dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Jacksen menegaskan bahwa tujuan utama kompetisi bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan membantu para pemain berkembang sesuai potensinya. “Tugas pelatih bukan memaksa mereka meraih kemenangan, tapi membuat mereka berkembang hingga bisa bertemu dengan potensi terbaik di masa depan,” tegasnya.
Pembagian grup untuk fase penyisihan telah dilakukan dengan menghadirkan tim-tim dari berbagai daerah dalam tiga grup berbeda. Tim All-Stars Malang tergabung di Grup A bersama Surabaya, Jakarta, dan Samarinda.
Fase grup berlangsung pada 23 hingga 25 Juni dengan sistem setengah kompetisi sebelum dilanjutkan ke babak gugur. Delapan tim terbaik akan melanjutkan perjuangan menuju perempat final hingga partai puncak yang digelar pada 28 Juni.
Sedang, Business Unit Head Dairy PT Global Dairy Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, mengungkapkan MLSC All-Stars 2026 menjadi penutup rangkaian kompetisi yang melibatkan lebih dari 25 ribu peserta. “Kami mengapresiasi semangat, kerja keras, dan perjuangan seluruh peserta dari 12 kota yang telah mengikuti rangkaian MilkLife Soccer Challenge 2026,” ucapnya.
Didiet berharap pengalaman bertanding di Kudus dapat menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus berkembang dan menginspirasi anak perempuan Indonesia lainnya. “Jadikan pengalaman ini sebagai momentum untuk belajar, berprestasi, dan menginspirasi lebih banyak anak perempuan Indonesia untuk berani mengejar mimpinya melalui sepak bola,” tutupnya.
