Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Sesi Kedua Seleksi Magang ke Jepang, 17 Mahasiswa UIN Maliki Malang Jalani Wawancara Lanjutan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

28 - Apr - 2026, 15:21

Placeholder
Mahasiswa UIN Maliki Malang tengah menjalani interview langsung dengan perusahaan Jepang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program CDC dalam mendorong keterserapan lulusan UIN Maliki Malang dan upaya memberikan pengalaman kerja berwawasan global (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Upaya mahasiswa menembus pasar kerja internasional kembali diuji dalam sesi kedua seleksi program magang ke Jepang yang digelar Career Development Center (CDC) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Selasa, 28 April 2026. Sebanyak 17 peserta menjalani wawancara lanjutan di Fakultas Humaniora lantai 2, melanjutkan tahap sebelumnya dengan jumlah peserta yang sama.

Angka 17 peserta di tahap kedua ini bukan sekadar jumlah, melainkan juga hasil penyaringan dari sekitar 200 pendaftar yang harus melewati seleksi berkas dan proses screening. Total, hanya 34 mahasiswa yang berhasil mencapai fase wawancara dari dua sesi wawancara. Mayoritas peserta berasal dari semester 7 hingga 10, kelompok yang dinilai paling siap secara akademik sekaligus berada di ambang transisi ke dunia kerja.

2

Kepala Pusat CDC, Dr. Ahmad Ghozi, menegaskan bahwa kampus tidak berada pada posisi penentu akhir. Peran institusi lebih pada menyaring dan menyiapkan kandidat sesuai kebutuhan industri Jepang. “Hari ini ada seleksi untuk magang ke Jepang. Ada sekitar 17 mahasiswa, kalau ditambah yang kemarin 17 juga, jadi totalnya ada 34 mahasiswa. Sebetulnya yang daftar ada 200-an mahasiswa, tapi kita screening dulu, kita seleksi berkas, dan kita prioritaskan untuk mahasiswa semester 7 sampai semester 10,” ujarnya.

Baca Juga : Proyek Tomoland di Kabupaten Malang Disorot, Desa Klaim Tak Pernah Terima Pengajuan Izin

Menurutnya, kendali akhir berada di tangan perusahaan Jepang sebagai pengguna tenaga magang. Kampus hanya menjembatani melalui penyusunan Curiculum Vitae (CV) yang telah disesuaikan dengan standar industri di sana. “Nanti yang menentukan lulus tidaknya itu dari pihak user atau perusahaan di Jepang. Kita hanya menyodorkan CV yang sudah kita sesuaikan dengan standar mereka,” katanya.

3

Pilihan lokasi magang menunjukkan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Delapan peserta diarahkan ke Hotel Miyarikyu, empat ke Hiroshima City Museum, dan empat lainnya ke JR Service. Skema penempatan ini sekaligus menggambarkan variasi pengalaman kerja yang akan dihadapi mahasiswa, dari sektor hospitality hingga layanan publik.

Durasi satu tahun yang ditetapkan bukan tanpa alasan. Pihak Jepang menilai waktu tersebut sebagai batas minimal agar peserta tidak hanya beradaptasi, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi. “Durasinya satu tahun karena pihak Jepang ingin mahasiswa benar-benar mendapatkan pengalaman dan juga pendapatan yang cukup. Kalau cuma sebentar, kasihan mahasiswanya nanti tabungannya sedikit,” jelas Ahmad Ghozi.

1

Skema pembiayaan menjadi salah satu aspek yang sering menjadi pertimbangan mahasiswa. Dalam program ini, biaya keberangkatan tidak dibebankan di awal, melainkan melalui kerja sama dengan lembaga pembiayaan yang disiapkan oleh perusahaan Jepang. Sistemnya berupa pemotongan gaji dengan persentase yang dinilai tidak memberatkan. 

“Masalah biaya, mahasiswa tidak perlu khawatir di awal. Kita bekerja sama dengan lembaga pembiayaan yang disiapkan oleh pihak Jepang. Jadi nanti sistemnya potong gaji, tapi persentasenya tidak besar sehingga mahasiswa masih bisa menabung. Estimasi kami, setelah satu tahun mereka bisa bawa pulang uang saku, selain pengalaman yang , tentunya sangat berharga” ungkapnya.

Di sisi lain, program ini memunculkan tantangan bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi. CDC mencoba menjawabnya dengan membuka skema bimbingan daring selama masa magang. Targetnya, mahasiswa tidak kehilangan momentum akademik meski berada di luar negeri. “Untuk yang semester akhir, mereka tetap bisa bimbingan skripsi secara online. Jadi targetnya, begitu mereka pulang dari Jepang, mereka tinggal daftar sidang dan langsung wisuda,” tambahnya.

Baca Juga : Sidang Ditunda Sepihak, PBH Peradi Malang Kritik Profesionalitas Sidang Kode Etik Advokat

Seleksi ini juga menjadi pintu masuk ke peluang yang lebih panjang. Perusahaan Jepang membuka kemungkinan bagi peserta yang dinilai memenuhi standar untuk kembali bekerja secara permanen. Artinya, program magang tidak berhenti sebagai pengalaman sementara, tetapi bisa berlanjut menjadi jalur karier internasional.

Peran CDC sendiri tidak berhenti pada program ini. Unit tersebut terus memperluas jejaring dengan dunia industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jepang menjadi salah satu mitra strategis, namun bukan satu-satunya tujuan. Ke depan, kampus mulai menjajaki kerja sama serupa dengan Taiwan, khususnya di sektor teknologi informasi, sebagai respon terhadap kebutuhan tenaga kerja global yang terus berkembang.


Topik

Pendidikan uin maliki malang cdc uin malik malang magang ke jepang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana