Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Internasional

Iran Ogah Lanjutkan Perundingan Damai dengan AS, Ketegangan di Selat Hormuz Kian Memanas

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

20 - Apr - 2026, 07:05

Placeholder
Hubungan Iran dan AS kembali memanas. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Rencana perundingan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menemui hambatan serius. Pemerintah Iran disebut belum bersedia menghadiri pembicaraan yang dijadwalkan pada Senin (20/4), hanya beberapa hari menjelang berakhirnya masa gencatan senjata.

Dilansir dari media pemerintah Iran, keputusan ini tidak lepas dari situasi yang dinilai belum kondusif, terutama karena Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Kondisi tersebut membuat peluang tercapainya kesepakatan damai semakin tipis.

Baca Juga : Harga LPG Nonsubsidi Naik Ikuti BBM, Beban Energi Masyarakat Kian Berat

Lembaga penyiaran nasional Iran, IRIB, mengutip sumber dari Teheran yang menyatakan, "saat ini belum ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran berikutnya perundingan Iran-AS". Pernyataan ini menegaskan sikap Iran yang memilih menahan diri di tengah situasi yang belum jelas.

Sinyal pesimistis juga datang dari laporan Fars News Agency dan Tasnim News Agency. Kedua media itu mengutip sumber anonim yang menyebut, "suasana keseluruhan belum bisa dinilai sangat positif" terkait kelanjutan negosiasi. Sumber tersebut juga menegaskan bahwa pencabutan blokade oleh Amerika Serikat menjadi syarat utama agar pembicaraan bisa dilanjutkan.

Senada dengan itu, kantor berita resmi IRNA turut mengkritik sikap Washington. Dalam laporannya disebutkan adanya "tuntutan Washington yang tidak masuk akal dan tidak realistis", serta menegaskan bahwa "dalam kondisi seperti ini, belum ada prospek jelas bagi negosiasi yang membuahkan hasil".

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa kapal perusak AS telah menembaki kapal Iran di Selat Hormuz. Insiden ini terjadi saat kapal Iran mencoba melintas di jalur strategis tersebut.

Di sisi lain, masa gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai sejak 8 April dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4). Hingga kini, upaya diplomasi yang dilakukan belum menghasilkan kesepakatan berarti.

Sebelumnya, kedua negara sempat menggelar satu sesi perundingan selama 21 jam di Islamabad pada 11 April. Namun, pertemuan tersebut berakhir tanpa hasil, meskipun komunikasi untuk pembicaraan lanjutan sempat dibuka.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut, "Kami menawarkan Kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya", sembari kembali memperingatkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Baca Juga : Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia, Dampak Pembatasan di Selat Hormuz

Situasi di Selat Hormuz juga ikut memperkeruh keadaan. Iran sempat membuka jalur tersebut pada Jumat sebagai respons atas dinamika regional, namun kembali menutupnya sehari kemudian karena Amerika tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran. Ia menyebut blokade itu sebagai "pelanggaran" terhadap gencatan senjata dan bentuk hukuman kolektif yang ilegal bagi rakyat Iran.

Data pelacakan kapal menunjukkan sempat ada sejumlah tanker minyak dan gas yang melintas saat selat dibuka. Namun, kondisi kembali berubah cepat, dan pada Minggu jalur tersebut kembali sepi dari aktivitas pelayaran.

Serangkaian insiden berupa tembakan dan ancaman terhadap kapal komersial dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan tingginya risiko di kawasan tersebut. Situasi ini menegaskan bahwa keamanan di Selat Hormuz masih jauh dari stabil.

Dengan berbagai perkembangan ini, masa depan perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat masih penuh ketidakpastian.


Topik

Internasional iran amerika serikat selat hormuz



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana