Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kasus Air Keras Andrie Yunus Memicu Krisis Kepercayaan Publik

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

15 - Apr - 2026, 18:41

Placeholder
Grafis perbandingan emosi di X vs TikTok. (Foto: Powered by BeData Technology)

JATIMTIMES - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus memicu gelombang reaksi di media sosial. Di balik ramainya percakapan publik, hasil riset terbaru dari BeData Technology menunjukkan pola respons netizen yang berbeda antara platform TikTok dan X.

Dalam analisis sentimen yang dirilis BeData Technology, percakapan publik terkait kasus ini menunjukkan kemarahan, tetapi juga mengarah pada krisis kepercayaan terhadap institusi dan rasa aman masyarakat.

Baca Juga : Dorong Diplomasi Kuota, Puguh DPRD Jatim: War Tiket Haji Bukan Solusi Tepat

Menurut hasil penelitian BeData, TikTok menjadi platform dengan ledakan respons paling cepat. Interaksi publik melonjak pada fase awal ketika kasus pertama kali ramai diperbincangkan.

Namun, intensitas pembahasan juga cepat menurun seiring munculnya isu dan tren konten lain. “Di TikTok, kemarahan publik bersifat impulsif dan superfisial, ditandai dengan lonjakan interaksi yang drastis di awal namun segera meredup seiring bergantinya tren konten,” demikian laporan BeData Technology.

Di platform ini, sentimen negatif tercatat menjadi yang tertinggi, mencapai 56,8 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa TikTok menjadi ruang ledakan emosi awal, terutama untuk ekspresi kemarahan dan kecemasan publik.

Berbeda dengan TikTok, platform X menunjukkan pola percakapan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Percakapan memang tidak langsung meledak, tetapi berkembang secara bertahap seiring munculnya informasi baru dan diskusi lanjutan.

“Kelompok lain berhasil merawat kemarahan struktural menjadi desakan investigasi yang berkelanjutan,” tulis peneliti BeData Technology.

Menariknya, sentimen netral justru mendominasi di X dengan angka 61,6 persen. Angka ini dinilai menunjukkan bahwa pengguna X lebih banyak mengumpulkan informasi, membahas fakta, dan menunggu perkembangan kasus sebelum bereaksi secara emosional.

Lgo

BeData juga menemukan pola waktu percakapan yang cukup menarik. Puncak unggahan dan interaksi kritis di X tercatat terjadi pada pukul 20.00 WIB, serta saat jam istirahat siang antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.

Jam-jam tersebut dinilai menjadi momentum ketika publik memiliki waktu luang untuk mengikuti perkembangan isu dan memperkuat narasi kritik di media sosial.

Malam hari disebut sebagai waktu paling efektif untuk amplifikasi isu karena engagement publik meningkat.

Baca Juga : Detik-Detik Yai Mim Meninggal Terungkap, Polisi Sebut Sempat Kejang dan Henti Napas

Temuan penting lainnya adalah perubahan emosi publik dari marah menjadi rasa tidak percaya. BeData mencatat munculnya emosi lain seperti sedih, takut, dan terkejut yang cukup dominan, terutama di TikTok.

“Munculnya rasa sedih, takut, dan keterkejutan terutama di TikTok mengindikasikan bahwa masyarakat telah memasuki fase pesimisme dan krisis kepercayaan yang mendalam terhadap kredibilitas institusi,” tulis kesimpulan riset tersebut.

Dengan kata lain, isu ini dinilai bukan lagi hanya soal kemarahan atas satu kasus, tetapi sudah berkembang menjadi kegelisahan yang lebih luas terhadap perlindungan aktivis dan keamanan publik.

Meski dipenuhi emosi publik, penyebaran isu ini disebut tetap banyak digerakkan oleh akun media dan lembaga yang kredibel. Nama-nama seperti Kompas, Tempo, dan KontraS disebut menjadi motor utama distribusi informasi.

Hal ini menunjukkan viralitas isu lebih banyak dipicu oleh penyebaran berita dan informasi faktual, bukan sekadar opini personal netizen.

Secara keseluruhan, hasil riset BeData Technology menegaskan bahwa kasus Andrie Yunus telah berkembang menjadi simbol kegelisahan publik. Dimana publik kini mempertanyakan rasa aman dan kepercayaan terhadap institusi.


Topik

Peristiwa Andrie Yunus oenyiraman air keras aktivis krisis kepercayaan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy