JATIMTIMES - Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (FT Unesa) memperkuat kolaborasi internasional bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Penguatan kolaborasi internasional tersebut turut dilakukan melalui program Visiting Top Professor.
Program ini mengusung tema Advancing Engineering Research and Innovation: From Academic Discovery to Global Impact. Serangkaian program Visiting Top Professor tersebut diselenggarakan di Gedung E1 FT Unesa yang berlangsung sejak 6-10 April 2026.

Wakil Dekan 1 FT Unesa Prof Agus Wiyono yang juga sekaligus penanggung jawab kegiatan menuturkan, program kolaborasi internasional tidak hanya menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas riset. Namun juga sekaligus sebagai pembangunan ekosistem akademik yang inklusif. Sehingga nantinya program tersebut akan diproyeksikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Baca Juga : FHTB 2026 Hadirkan Kompetisi Memasak, Diikuti 14 Perwakilan Negara
"Peningkatan QS (Quacquarelli Symonds) Ranking harus didukung oleh ekosistem riset yang kuat dan kolaboratif, termasuk keterlibatan semua pihak tanpa batasan gender,” tutur Agus dalam keterangan tertulisnya yang dimuat JatimTIMES pada Rabu (15/4/2026).
Selain aspek akademik, program ini juga menonjolkan nilai equity dan inklusivitas. Komitmen tersebut juga dikuatkan dengan susunan panitia pelaksana yang didominasi oleh dosen perempuan FT Unesa.
"Tentunya ini menjadi representasi nyata bahwa kepemimpinan perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan riset dan internasionalisasi pendidikan tinggi," ujarnya.
Lebih lanjut, ketua pelaksana Hanna Zakiyya menambahkan, pendekatan kegiatan pada kolaborasi internasional tersebut dirancang secara aplikatif dan inklusif. "Kami ingin memastikan bahwa kolaborasi internasional ini juga menjadi ruang pemberdayaan, termasuk bagi perempuan di bidang teknik,” ujarnya.
Sementara itu, pada serangkaian kegiatan tersebut, FT Unesa menghadirkan Prof. Dr. Ir. Edy Herianto Majlan, AMIChemE,. IPM.,. sebagai Adjunct Professor FT Unesa 2026. Prof. Edy dikenal luas sebagai peneliti utama di bidang fuel cell dan teknologi hidrogen, dengan rekam jejak publikasi dan proyek riset internasional yang kuat.
Sebagai ilmuwan yang masuk dalam Top 2 persen dunia, Prof Edy menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi. Hal itu sebagaimana yang juga telah disampaikan oleh Wakil Dekan 1 FT Unesa.
Baca Juga : Pengundian “Untukmu Konsumen Honda” Periode Maret Digelar di Roxy Square Jember
"Kerja sama ini harus berkembang menjadi riset bersama jangka panjang yang berdampak luas,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kegiatan kolaborasi internasional diselenggarakan dengan berfokus pada penguatan kapasitas akademik. Yakni melalui guest lecture, proposal workshop, dan intensive manuscript clinic.
Diskusi strategis juga dilakukan terkait peningkatan QS World University Rankings dengan UKM yang berada di peringkat 126 dunia sebagai benchmark. Sementara terkait fokus kolaborasi riset diarahkan pada pengembangan katalis fuel cell berbasis material maju, yang berpotensi besar dalam mendukung transisi energi bersih global.
Program ini juga mendukung SDG 5 (Gender Equality), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals). Di mana, pendanaan serangkaian kegiatan tersebut berasal dari skema Equity Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Yakni sebagai bentuk kolaborasi antara Unesa dan LPDP.
