JATIMTIMES - Wahyu Hidayat menegaskan bahwa program RT Berkelas tidak dihentikan, melainkan tengah dievaluasi menyeluruh. Evaluasi dilakukan karena program tersebut baru pertama kali dijalankan.
Wahyu menyebut, pelaksanaan awal program wajar jika belum sepenuhnya sempurna. Sejumlah aspek masih perlu dibenahi agar sesuai ketentuan dan harapan masyarakat.
Baca Juga : Pengundian “Untukmu Konsumen Honda” Periode Maret Digelar di Roxy Square Jember
“Bukan belum tuntas, tetapi kita evaluasi. Ini kan baru pertama, wajar kalau belum sempurna,” ujarnya.
Ia menegaskan, evaluasi dilakukan agar pelaksanaan program ke depan lebih tepat sasaran. Pemerintah juga ingin memastikan tidak muncul persoalan baru di kemudian hari.
Terkait realisasi pengadaan meja dan kursi, Wahyu menjelaskan tidak semua dihentikan. Beberapa tetap dilanjutkan sesuai kebutuhan dan harapan warga.
Namun, sebagian lainnya masih dalam proses evaluasi lebih lanjut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi masalah di masa mendatang.
“Kita tidak ingin niat baik justru menimbulkan persoalan. Maka kita antisipasi sejak awal,” jelasnya.
Wahyu juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan program tersebut. Ia tidak ingin pelaksanaan di lapangan justru bertentangan dengan aturan yang berlaku.
Baca Juga : Evaluasi WFH, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya terhadap Pegawainya
Menurutnya, masukan dari DPRD juga menjadi perhatian dalam proses evaluasi ini. Pemerintah ingin memastikan program berjalan sesuai regulasi.
Selain itu, koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terus dilakukan. Hal ini untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi program.
“Sambil jalan kita evaluasi dan terus konsultasi dengan BPK,” pungkasnya.
