JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memetakan sejumlah persoalan krusial yang kini menjadi perhatian serius di Kota Malang. Tiga isu utama yang disorot meliputi pengolahan sampah, potensi banjir, hingga kualitas air sungai yang kian memprihatinkan. Upaya membangun kesadaran masyarakat pun terus digencarkan demi menciptakan lingkungan yang ideal dan berkelanjutan.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Tri Santoso, mengungkapkan bahwa persoalan pertama yang dihadapi adalah pengolahan sampah. Menurutnya, pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga menjadi langkah penting untuk menekan potensi pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi beban penumpukan di tempat pembuangan akhir.
Baca Juga : Bupati Sanusi Kunjungi Puskesmas Dampit hingga Turen, Pastikan Fasilitas dan Layanan Berjalan Baik
Selain itu, langkah tersebut juga dinilai mampu mempermudah proses daur ulang sampah. Persoalan kedua berkaitan dengan banjir yang masih menjadi ancaman di sejumlah titik Kota Malang.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk serta alih fungsi lahan menjadi faktor utama berkurangnya kawasan resapan air. Kondisi ini diperparah dengan perubahan sempadan jalan menjadi bangunan serta kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah ke aliran air.
"Jadi air yang harusnya bisa teresap, gak teresap dan keluar jalur. Lalu berkumpul di saluran irigasi atau drainase. Nah disana juga ketutup sampah sehingga terjadilah banjir," ucap Tri Santoso.
Masalah ketiga yang tak kalah penting adalah kualitas air sungai di Kota Malang. Berdasarkan uji sampel terakhir pada tahun 2025, kualitas air sungai berada pada kategori sedang menuju tercemar. Kondisi ini membuat air sungai tidak lagi layak untuk dikonsumsi oleh manusia.
"Faktornya kondisi kualitas air sungai di Kota Malang ini karena ada mayoritas tercemar limbah domestik," ungkapnya.
Tri menegaskan bahwa ketiga persoalan tersebut menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi. Ia menilai bahwa pembentukan pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Baca Juga : Musrenbang RKPD 2027, Ketua DPRD Jatim Sampaikan Pokir: Seluruh Program Harus Tepat Sasaran
Sebagai langkah pencegahan dampak yang lebih luas, DLH Kota Malang terus menggencarkan gerakan peningkatan kesadaran masyarakat. Upaya ini difokuskan pada lingkungan pendidikan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi.
"Kami melihat membangun kesadaran ke generasi muda di sekolah sekolah atau kampus lebih efektif dalam penanganan persoalan persoalan krusial ini. Karena ini berkaitan dengan mainset peduli lingkungan masa depan," ucapnya.
Melalui pendekatan tersebut, generasi muda diberikan edukasi berkelanjutan terkait pengolahan dan pemilahan sampah, reboisasi, penghijauan, hingga pentingnya menjaga lingkungan. Program ini juga diperkuat melalui implementasi program Adiwiyata di berbagai jenjang pendidikan.
"Selama ini, kami juga sudah mendorong sekolah mulai jenjang SD sampai SMA untuk bisa menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui program Adiwiyata," tandasnya.
