Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang di Malang Raya, Dampak El Nino Menguat

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Apr - 2026, 20:10

Placeholder
Pemandangan pemukiman di Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan wilayah Malang Raya berpotensi menghadapi musim kemarau yang lebih panjang pada tahun ini. Prediksi tersebut berkaitan dengan munculnya indikasi fenomena El Nino yang diperkirakan berkembang pada pertengahan tahun dan bisa memengaruhi pola cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif untuk melihat perkembangan fenomena tersebut. Menurutnya, meski awalnya diprediksi lemah, tidak menutup kemungkinan intensitas El Nino akan mengalami penguatan.

Baca Juga : Harga Plastik Meroket? Ini Cara Sederhana Agar Lebih Hemat dalam Kehidupan Sehari-hari

“BMKG merilis saat ini akan ada kemunculan El Nino di pertengahan tahun dengan intensitas lemah. Tetapi nanti akan diupdate apakah intensitas El Nino yang lemah ini akan meningkat menjadi moderat atau kuat,” kata Anung.

BMKG sebelumnya telah memperkirakan awal musim kemarau di Malang Raya akan dimulai pada dasarian pertama Mei 2026. Namun, jika El Nino berkembang menjadi lebih kuat, maka pola musim berpotensi mengalami perubahan signifikan, termasuk mundurnya awal musim hujan.

“Kalau meningkat menjadi moderat atau kuat, dampaknya musim kemarau di 2026 akan lebih panjang. Bahkan awal musim hujan bisa saja mundur hingga ada daerah yang baru masuk musim hujan di tahun 2027,” imbuh Anung.

Menghadapi potensi tersebut, BMKG bersama Pemprov Jawa Timur mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan hingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap meningkat saat musim kering berkepanjangan.

Sejumlah upaya strategis pun telah disiapkan, mulai dari pemetaan titik panas hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti sumur bor. Bahkan, skenario penanganan darurat seperti water bombing juga disiapkan jika terjadi kebakaran dalam skala besar.

Selain itu, perhatian juga difokuskan pada pengelolaan sumber daya air. BMKG memantau secara ketat kondisi waduk strategis, termasuk Bendungan Sutami atau Karangkates, untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau.

“Kalau tinggi muka air waduk tidak sesuai pola, sementara masih ada potensi awan, maka bisa dilakukan penyemaian awan agar hujan turun. Artinya panen air hujan dimaksimalkan,” tambahnya.

Baca Juga : Wabup Lathifah Teguhkan Komitmen Guru SD Swasta Kabupaten Malang Sebagai Penuntun Arah

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka pendek untuk menjaga pasokan air bagi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian. Optimalisasi cadangan air dinilai krusial agar dampak kemarau tidak semakin meluas, terutama di wilayah yang bergantung pada irigasi.

Di sektor pertanian, BMKG memastikan bahwa informasi prakiraan musim telah terintegrasi dalam penyusunan kalender tanam. Pola tanam disusun fleksibel, menyesuaikan kondisi iklim dan ketersediaan air, mulai dari skema padi-padi-padi hingga padi-palawija.

Meski demikian, Anung menegaskan bahwa skenario tersebut tetap bisa berubah jika terjadi anomali iklim yang cukup ekstrem.

“Kalau terjadi penyimpangan iklim yang cukup ekstrem, seperti El Nino yang semakin kuat, maka alokasi air tidak sesuai skenario. Sehingga rencana tata tanam harus diubah, misalnya dari padi menjadi palawija,” tutupnya.


Topik

Peristiwa Prakiraan Cuaca musim kemarau El Nino



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni