Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Lingkungan

Kehadiran PSEL di Pakis akan Berikan Efek Domino di Malang Raya

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

30 - Mar - 2026, 20:53

Placeholder
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman saat ditemui di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (29/3/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kehadiran pabrik Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Aglomerasi Malang Raya di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang diklaim akan memberikan efek domino bagi tiga wilayah yang ada di Malang Raya, khususnya Kabupaten Malang. 

Efek domino yang bakal dirasakan oleh tiga pemerintah daerah di Malang Raya meliputi penanganan masalah sampah, kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat hingga peningkatan ekonomi bagi masyarakat maupun masing-masing pemerintah daerah. 

Baca Juga : Halal Bihalal Desa Tambakrejo Tulungagung, Momentum Pererat Kebersamaan dan Semangat Bangun Desa

Plt. Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman menyampaikan, kehadiran pabrik PSEL Aglomerasi Malang Raya nantinya dapat menampung lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Setidaknya terdapat suplai sampah sebanyak 600 ton dari Kabupaten Malang, 500 ton dari Kota Malang dan 30 ton dari Kota Batu. 

"1.000 ton per hari itu minimal. Jadi semakin banyak sampah semakin bagus. Nantinya PSEL ini akan mengelola sampah Malang Raya," ungkap pejabat yang akrab disapa Avi ini kepada JatimTIMES.

Nantinya, ribuan ton sampah yang diolah di PSEL Aglomerasi Malang Raya ini diproyeksikan akan menghasilkan tenaga listrik sebesar 20 megawatt. Sehingga dapat dipastikan, hasil dari pengolahan sampah di PSEL tidak menyebabkan polusi baru, melainkan akan memberikan manfaat dengan menghasilkan tenaga listrik baru. 

"PSEL ini nantinya akan menggunakan insinerator untuk pengolahannya. Tetapi terdapat tambahan teknologi baru sehingga dapat menghasilkan tenaga listrik tanpa adanya polusi. Makanya anggaran untuk pembangunan PSEL ini cukup besar, yakni sekitar Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun yang dibiayai Danantara," jelas Avi. 

Di mana untuk tenaga listrik yang dihasilkan di PSEL ini akan dibeli oleh PLN. Sehingga dapat memberikan manfaat untuk lintas stakeholder maupun pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat Malang Raya. 

Selain itu, pabrik PSEL Aglomerasi Malang Raya ini nantinya juga akan berdampak pada pengentasan pengangguran di Malang Raya. Pasalnya, untuk pengoperasian pabrik PSEL yang ada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini, bakalan membutuhkan tenaga kerja. 

Baca Juga : Lonjakan Kendaraan Masuk Malang Meningkat 34 Persen Saat Lebaran

"Yang jelas akan membutuhkan serapan tenaga kerja yang banyak dan ketika sudah beroperasi, ini bisa jadi jujukan dan menimbulkan efek domino terhadap perputaran ekonomi," ujar Avi. 

Sementara itu, pabrik PSEL Aglomerasi Malang Raya hampir dipastikan akan dibangun di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kepastian itu nantinya menunggu hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas) Kementerian Lingkungan Hidup RI/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI bersama lintas stakeholder serta hasil asesmen yang dilakukan oleh tim terpadu. 

Ketika hasil asesmen sesuai dengan kriteria, maka pabrik PSEL Aglomerasi Malang Raya sudah dapat dipastikan akan dibangun di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Selanjutnya, untuk proses pembangunan PSEL diperkirakan membutuhkan waktu selama dua sampai tiga tahun. Dengan adanya PSEL Aglomerasi Malang Raya ini ditargetkan dapat membantu menangani masalah sampah hingga zero waste di tahun 2029 mendatang.


Topik

Lingkungan kabupaten malang dlh kabupaten malang psel



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan