JATIMTIMES — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar pada 28 Marqet 2026, lanskap wilayah Bumi Penataran berubah mencolok. Warna hijau, identitas khas PKB, mendominasi hampir seluruh ruas jalan, dari pusat kota hingga pelosok desa.
Ribuan bendera partai berkibar di tiang listrik, pagar rumah warga, hingga pepohonan di pinggir jalan. Spanduk dan baliho berlatarkan warna hijau juga terpasang di berbagai titik strategis. Fenomena yang kemudian dikenal sebagai “Blitar Menghijau” ini menjadi penanda kuat menghangatnya kontestasi internal partai.
Baca Juga : Cara Cek Daya Tampung Prodi UTBK-SNBT 2026, Lengkap dengan Tips Memilih Jurusan dan Analisis Keketatan
Meski bendera PKB didominasi warna putih, nuansa hijau tetap terasa paling menonjol. Warna tersebut tidak sekadar identitas visual, tetapi juga mengandung makna kesuburan, pertumbuhan, dan harapan yang ingin terus dirawat dalam perjalanan politik partai.
Menguatnya atmosfer politik ini seiring dengan munculnya enam kandidat yang digadang-gadang akan berebut kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar masa bakti 2026–2031. Mereka adalah Muhammad Rifa’i, Lutfi Aziz, Nur Fathoni, Ahmad Tamim, Ufik Rohmatul Fitria, dan Rini Syarifah.
Kehadiran atribut partai dalam jumlah masif tersebut tidak luput dari perhatian masyarakat. Sebagian warga menilai fenomena ini sebagai dinamika politik yang wajar, sementara lainnya mengaku penasaran dengan hasil akhir Muscab.
“Setiap hari lewat sini, pemandangannya beda-beda. Dulu warna lain, sekarang hijau semua. Blitar memang sedang menghijau,” ujar Budi Handoyo, warga Kecamatan Kanigoro, Kamis (26/3/2026).
Fenomena ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga puncak Muscab digelar. Nuansa hijau yang menyelimuti wilayah tersebut seolah menjadi penanda visual bahwa proses pergantian kepemimpinan partai telah memasuki fase krusial.
Di tengah menguatnya spekulasi publik, mekanisme penentuan ketua DPC ditegaskan tetap berjalan sesuai aturan organisasi. Bendahara DPW PKB Jawa Timur, M. Sholichul Umam, sebelumnya menjelaskan bahwa proses penjaringan calon dilakukan melalui tahapan berjenjang.
“Tim Penataan Struktur DPC melakukan pemetaan bakal calon ketua. Hasil pemetaan itu kemudian dikonsultasikan dengan tim koordinator DPP sebelum disampaikan dalam forum Muscab,” kata Umam dalam forum sarasehan politik dan safari Ramadan PKB di Blitar beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Cuma 6 Hari, Pahalanya Setahun! Ini Keutamaan Puasa Syawal yang Jarang Disadari
Menurut dia, forum Muscab tetap memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan catatan maupun mengusulkan tambahan nama calon di luar hasil pemetaan awal. Hal ini menjadi bagian dari mekanisme demokrasi internal partai.
Setelah nama-nama calon mengerucut, seluruh kandidat akan mengikuti proses Uji Kelayakan dan Kepatutan. Tahapan ini dilaksanakan dalam dua tingkat, yakni oleh DPW dan DPP PKB.
“UKK tahap pertama dilaksanakan oleh DPW berupa asesmen potensi dan kompetensi oleh pihak ketiga yang berpengalaman. Tahap kedua dilaksanakan oleh DPP sebelum akhirnya ditetapkan ketua DPC terpilih,” ujarnya.
Dengan mekanisme tersebut, Muscab PKB Kabupaten Blitar diharapkan tidak hanya menjadi ajang kontestasi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat struktur partai. Di tengah semaraknya “Blitar Menghijau”, publik kini menanti siapa figur yang akan memimpin PKB Kabupaten Blitar dalam lima tahun ke depan.
