Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Mahasiswi UIN Suska yang Dibacok saat Hendak Sidang Skripsi Diduga Sempat Jalin Hubungan dengan Pelaku

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

28 - Feb - 2026, 12:36

Placeholder
Foto pelaku dan korban mahasiswa UIN Suska yang viral. (Foto: @awreceh)

JATIMTIMES - Kasus pembacokan mahasiswi di lingkungan Kampus UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau kembali memunculkan fakta baru. Korban diketahui bernama Farradhila Ayu Pramesti (23), mahasiswi semester akhir yang diserang saat hendak mengikuti seminar proposal. skripsi.

Sebelumnya, peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (26/2/2026) pagi di ruang Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Korban diserang seorang pria yang belakangan diketahui bernama Reyhan Mufazar (22), rekan satu kampusnya.

Baca Juga : Warga Bubarkan Balap Liar di Suhat Kota Malang, Kapolresta Beri Penghargaan dan Usut Dugaan Sindikasi

Belakangan, beredar video di media sosial bahwa korban dan pelaku diduga pernah menjalin hubungan asmara.

Kemesraan diduga pelaku dan korban yang beredar viral usai aksi pembacokan. (Foto: Instagram)

Kemesraan diduga pelaku dan korban yang beredar viral usai aksi pembacokan. (Foto: Instagram)

Melalui akun TikTok bernama Raihan, beredar video yang memperlihatkan keduanya dalam suasana romantis. Dalam unggahan tersebut, tampak pelaku beberapa kali mencium korban saat bermain gim digital. Bahkan terlihat adegan keduanya berciuman.

Akun tersebut viral dengan ditonton jutaan pengguna TikTok. Namun, kolom komentarnya kini telah dinonaktifkan.

Sontak, temuan ini membuat warganet tersentak. Pasalnya, narasi yang sebelumnya berkembang menyebut korban menolak cinta pelaku hingga berujung aksi nekat pembacokan.

Selain itu, korban disebut telah memiliki kekasih yang diduga bekerja sebagai offshore. Hubungan korban dengan pacarnya disebut jarak jauh (LDR).

Sebelumnya, pertemuan pelaku dan korban disebut berawal dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Keduanya berada dalam satu kelompok yang sama.

Rekan satu kelompok mereka, Daffa, menyebut perkenalan keduanya berlangsung wajar. “Setahu saya mereka kenalnya dari tempat KKN karena memang satu kelompok. Pertama kali kenal ya dari situ,” ujar Daffa, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, korban dikenal ramah dan mudah bergaul, terutama dengan sesama mahasiswa Hukum. Sikap perhatian korban diduga disalahartikan pelaku.

“Kalau lagi makan atau kumpul, korban memang suka mengajak teman-teman atau mengingatkan makan. Mungkin karena satu jurusan, jadi merasa satu circle,” katanya.

Baca Juga : Komplotan Curanmor Asal Lampung Timur Diringkus Polisi Usai Beraksi di Malang Saat Ramadan

Ia menduga pelaku terbawa perasaan. “Mungkin karena pelaku tipenya introvert dan belum pernah dekat sama perempuan sebelumnya, jadi ketika diperlakukan baik seperti itu dia jadi baper,” ujar Daffa.

Korban, lanjutnya, sudah beberapa kali menegaskan bahwa hubungan mereka sebatas teman. “Korban sudah bilang kalau dia sudah punya pacar. Dia bilang, ‘kita teman saja’, tapi pelaku seperti tidak menerima,” jelasnya.

Korban bahkan sempat membatasi komunikasi hingga memblokir pelaku. Namun pelaku disebut tetap berusaha mendekat, bahkan pernah mendatangi rumah korban tanpa sepengetahuannya. “Tiba-tiba pelaku datang ke rumah Fara, padahal korban sendiri tidak tahu,” ujar Daffa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa penyerangan terjadi saat korban menunggu giliran seminar proposal. Sejumlah mahasiswa sudah berada di sekitar ruangan karena agenda akademik akan segera dimulai.

Tiba-tiba pelaku masuk membawa kapak dan langsung menyerang korban. “Korban keluar ruangan sudah dalam kondisi berdarah. Orang-orang tidak berani menolong karena pelaku masih memegang kapak,” ujar Aisyah, saksi mata di lokasi, dikutip Antara, Sabtu (28/2/2026). 

Mahasiswa lain, Dimas, juga menyaksikan kejadian tersebut. “Awalnya korban menunggu untuk sidang proposal di ruangan Fakultas Syariah dan Hukum. Kami sedang belajar di ruangan sebelah. Saat kami lihat keluar, tampak pelaku sedang membacok korban di depan ruangan. Kami tidak berani menolong karena pelaku membawa kapak,” ujarnya.

Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan setelah pelaku mengayunkan kapak sebanyak tiga kali. Ia langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Pekanbaru dan direncanakan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.

Petugas keamanan kampus berhasil mengamankan pelaku sebelum situasi makin memburuk. Pelaku sempat menjadi sasaran kemarahan mahasiswa sebelum diserahkan ke polisi.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Mahasiswi dibacok UON Suska Riau mahasiswa bacok mahasiswi Riau



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy