Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Panas! Trenggono vs Purbaya Saling Balas Soal Anggaran Kapal KKP, Publik Dibuat Bingung

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

11 - Feb - 2026, 15:06

Placeholder
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto Instagram)

JATIMTIMES - Perbedaan pandangan antara Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait anggaran pengadaan kapal menjadi sorotan publik. Polemik ini mencuat setelah keduanya menyampaikan pernyataan terbuka yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Akibatnya, persoalan kedua menteri ini menjadi sorotan tajam publik yang menghasilkan nama menteri sakti wahyu trenggono masuk dalam jajaran Google Tren pada Rabu (11/2/2026) siang.

Baca Juga : WFA Lebaran 2026 Berlaku 5 Hari bagi ASN, Ini Jadwal dan Aturannya 

Isu tersebut bermula dari forum revitalisasi galangan kapal dan pelayaran Indonesia yang digelar Kadin Indonesia pada Selasa, 10 Februari 2026. Dalam acara itu, Purbaya menyinggung realisasi belanja KKP, khususnya soal pengadaan kapal yang menurutnya anggarannya telah tersedia.

Di hadapan pelaku industri galangan kapal nasional, ia bahkan menanyakan langsung apakah sudah ada pesanan kapal dari KKP. Namun, jawaban yang diterima justru menyebut belum ada order masuk.

“Uangnya sudah saya keluarkan. Tapi enggak ada order. Ini apa-apaan?” ujar Purbaya dalam forum tersebut.

Pernyataan itu kemudian viral. Frasa “saya” yang digunakan Purbaya ikut menjadi perhatian, karena sebagian publik menilai seolah merujuk pada dana pribadi, padahal konteksnya adalah anggaran negara.

Klarifikasi Trenggono Lewat Instagram

Menanggapi pernyataan tersebut, Sakti Wahyu Trenggono memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @swtrenggono. Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa dana pembangunan kapal yang dimaksud tidak bersumber dari APBN murni.

Menurut Trenggono, pembiayaan proyek kapal tersebut berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah Inggris (UK).

“Yang terhormat Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK. Coba Anda tanya dulu sama anak buah Anda, benar enggak itu uang kapal sudah dikucurkan?” tulis Trenggono melalui akun Instagramnya, dikutip Rabu (11/2/2026).

Respons terbuka tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian pihak menilai langkah Trenggono sebagai upaya meluruskan informasi. Namun, ada pula yang menyayangkan polemik antarmenteri disampaikan lewat media sosial karena dinilai kurang elegan untuk pejabat setingkat menteri.

Purbaya: Anggaran Memang Belum Dikucurkan

Setelah polemik berkembang, Purbaya mengaku telah melakukan pengecekan ulang. Ia menyatakan bahwa anggaran yang dimaksud memang belum dikucurkan.

Baca Juga : Libur Awal Puasa Ramadan 2026 Kapan? Ini Jadwal Resmi dan Skema Belajar dari Kemenko PMK

“Sudah saya cek. Memang belum (dikucurkan),” kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (11/2).

Meski begitu, ia berpendapat pemesanan kapal seharusnya tetap bisa dipersiapkan tanpa harus menunggu pencairan anggaran sepenuhnya, jika rencana sudah matang.

“Tapi kan begini, kalau Anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu ada anggarannya,” ujarnya.

“Kan sudah ada rencana di depannya, kan. Ya, saya minta itu.... Itu saja belum kelihatan gerakan di depannya. Itu saja,” lanjutnya.

Saat ditanya soal kemungkinan pertemuan langsung dengan Trenggono untuk membahas persoalan tersebut, Purbaya menanggapi santai. Ia menyebut komunikasi bukan hal sulit karena hubungan personal keduanya cukup baik.

“Oh gampang, nanti saya ngomong sama Pak Menteri sahabat saya juga,” ujarnya.

Perbedaan pernyataan dari kedua menteri ini menunjukkan bahwa urusan anggaran dan proyek besar memang butuh komunikasi yang benar-benar sinkron. Di ruang publik, informasi yang setengah jelas mudah sekali menimbulkan salah paham. Karena itu, masyarakat kini tentu menunggu kejelasan lanjutan, apakah soal pendanaan maupun realisasi pemesanan kapal benar-benar segera berjalan, sehingga polemik tidak berlarut dan fokus kembali pada kemajuan sektor kelautan serta industri galangan kapal dalam negeri.


Topik

Pemerintahan sakti wahyu trenggono purbaya yudhi sadewa pengadaan kapal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana