JATIMTIMES - Pembelajaran kimia yang kerap dianggap rumit mulai digeser ke arah yang lebih visual dan interaktif. Upaya itu terlihat dalam workshop pengembangan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence, Augmented Reality, dan game edukasi digital yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Madrasah Aliyah Provinsi Jawa Timur di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, Jumat hingga Sabtu, 6–7 Februari 2026.
Sebanyak 152 guru kimia madrasah aliyah dari berbagai wilayah di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan paparan, tetapi langsung berhadapan dengan simulasi media ajar digital yang selama ini masih jarang digunakan di ruang kelas madrasah. Aula Pusat Sumber Belajar Bersama (PSBB) INN MAN 2 Kota Malang menjadi ruang uji coba bagaimana teknologi bisa dipakai untuk menjelaskan konsep kimia yang abstrak secara lebih konkret.
Baca Juga : Antisipasi Rombongan Liar, Pengaturan Massa Mujahadah Kubro 1 Abad NU Diperketat
Workshop dibuka dengan sesi pengantar yang dipandu Dra Nita Endah Rohayati dan dibuka oleh Pokjawas Kementerian Agama Kota Malang Dra Hj Chusnul Chotimah, MAg. Sejak awal, peserta diarahkan pada pendekatan praktik.
Narasumber utama Rachmad Effendi Teguh Santoso MPd langsung mengajak guru mencoba pemanfaatan AI dan AR dalam menyusun media pembelajaran, bukan sekadar mengenalnya sebagai istilah.

Ketua Panitia MGMP Kimia Anis Nurowidah SPd menilai pendekatan praktik menjadi kunci agar pelatihan semacam ini tidak berhenti sebagai wacana. Menurut dia, guru perlu melihat secara langsung bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengemas materi kimia agar lebih mudah dipahami peserta didik.
“Kami ingin peserta pulang membawa pengalaman, bukan hanya catatan. Media yang dipraktikkan di sini bisa langsung disesuaikan dengan kebutuhan kelas masing-masing,” ujarnya.
Ketua MGMP Kimia MA Provinsi Jawa Timur Susanto SPd menyebut forum MGMP sebagai ruang kerja bersama bagi guru kimia, bukan sekadar agenda rutin. Ia menilai tantangan pembelajaran kimia saat ini bukan hanya soal materi, tetapi juga cara penyampaian yang sering tertinggal dari perkembangan teknologi.
“Kalau metode tidak berubah, kimia akan terus dianggap sulit. Melalui workshop ini, kami mencoba menjawab kebutuhan guru agar pembelajaran bisa lebih interaktif dan relevan dengan karakter peserta didik sekarang,” kata Susanto.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital diharapkan membantu guru mengaitkan materi kimia dengan konteks kehidupan sehari-hari, sehingga pelajaran tidak berhenti pada rumus, tetapi pada pemahaman.
Baca Juga : PMBM 2026 MAN 1 Kota Malang Segera Dibuka, Berikut Jadwal dan Tahapannya
Kepala MAN 2 Kota Malang H Samsudin MPd menilai kegiatan MGMP seperti ini penting karena langsung bersentuhan dengan kebutuhan guru di kelas. Ia menyebut kolaborasi antarguru sebagai salah satu cara untuk mempercepat adaptasi pembelajaran terhadap perubahan zaman.

“Guru tidak bisa berjalan sendiri. Dengan saling berbagi praktik dan pengalaman, pembelajaran kimia bisa dikembangkan agar lebih aplikatif dan dekat dengan realitas kehidupan,” tuturnya.
Koordinator MGMP Kimia MAN 2 Kota Malang, Ady Siswanto, S.Pd., berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan workshop semata. Menurutnya, MGMP perlu terus menjadi ruang berbagi gagasan dan pengembangan pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami ingin guru punya keberanian mencoba hal baru di kelas. Dari situ, pembelajaran kimia bisa berkembang lebih adaptif dan menarik minat siswa,” ujarnya.
Workshop ini memperlihatkan upaya MGMP Kimia MA Jawa Timur untuk menggeser pembelajaran kimia dari pola konvensional menuju pendekatan yang lebih kontekstual. Di sisi lain, MAN 2 Kota Malang menyediakan ruang dan fasilitas yang memungkinkan kegiatan berjalan efektif.
