JATIMTIMES - Alat penghasil uap panas di sebuah Pabrik Tahu di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, meledak. Dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) tersebut, seorang pekerja tewas seketika di lokasi pabrik tersebut.
Pekerja yang meninggal adalah seorang pria berusia 46 tahun bernama Purnomo. Korban merupakan warga asal Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Baca Juga : MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace Gaza, Ini Alasannya
Sejumlah personel gabungan yang melibatkan Polsek Pakisaji tampak mendatangi lokasi kejadian sesaat setelah peristiwa memilukan tersebut terjadi. Jenazah korban dievakuasi menuju rumah sakit untuk dilakukan visum dengan mengunakan ambulance.
Saat terjadi ledakan, korban disebut sempat terpental sekitar beberapa meter dari lokasi tungku untuk alat ketel uap. Bahkan, ada organ korban yang sempat terpisah dari tubuhhya. Potongan lengan tangan korban disebut terpental sejauh puluhan meter dari lokasi kejadian.
Getaran serta suara ledakan yang cukup besar terdengar dan bahkan terasa hingga jarak yang cukup jauh dari sekitar lokasi kejadian. Alhasil, sejumlah warga yang penasaran silih berganti mendatangi lokasi kejadian.
Salah satu saksi bernama Muhammad Saipul Kopa menerangkan, korban merupakan rekan kerjanya di pabrik tahu. Saat kejadian, ia sedang bekerja bersama korban seperti hari-hari biasanya.
"Waktu itu saya posisi di dalam menggiling kedelai. Sedangkan korban ada di depan, mengatur (kobaran, red) api untuk ketel," kata Saipul.
Ketika menjalankan pekerjaan masing-masing itulah, tidak lama kemudian pria berusia 57 tahun tersebut mendengar suara ledakan dari arah luar. "Suaranya keras, bleeng gitu, seperti (suara, red) bom," imbuhnya.
Spontan, Saipul yang mendengar suara ledakan tersebut bergegas mencari keberadaan rekan kerjanya tersebut. Ia sempat berteriak memanggil nama korban namun tak ada jawaban.
Baca Juga : Terjadi 377 Gempa di Penghujung Januari, Rusak Sejumlah Rumah di 2 Desa Kabupaten Malang
Setelah mencari di sekitar alat ketel uap, Saipul akhirnya menemukan korban dalam kondisi tergeletak tak bernyawa. "Kondisinya saat itu sudah tergeletak bercampur abu. Iya, sudah tidak bernyawa lagi. Saya juga sempat teriak-teriak (memanggil nama korban, red), tapi tidak ada suara tanggapan," ujarnya.
Dari rentetan terjadinya peristiwa tersebut, Saipul menduga korban tewas karena terkena efek dari alat ketel uap yang meledak tersebut. Hal itulah yang membuat tubuh dan sebagian organ pada jasad korban terpental cukup jauh dari lokasi kejadian. Sedangkan alat ketelnya terpental dari lokasi yang berbeda dari ditemukannya jasad korban.
"Saya awalnya tidak mengira kalau (korban, red) terpental, apa badannya hancur. Tapi ternyata sudah terpental terkena ketel karena tekanan uap itu tadi," pungkas Saipul yang merupakan warga asal Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini.
Hingga berita ini disusun, dugaan tewasnya korban karena laka kerja tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Selain mengamankan lokasi dan mengevakuasi jasad korban untuk divisum, sejumlah saksi saat ini juga masih menjalani pemeriksaan oleh polisi.
