Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Film Teman Tegar Maira - Whisper From Papua Tayang Perdana, Sutradara Kecewa Malang Tak Masuk Daftar Bioskop

Penulis : Irsya Richa - Editor : Nurlayla Ratri

31 - Jan - 2026, 09:41

Placeholder
Pemain utama Maira, Elisabet Sisauta bersama sutradara Anggi Frisca saat berfoto dengan para penonton di studio 1 Transmart MX XXI, Mall Transmart, Jumat (30/1/2026). (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Film keluarga bertema lingkungan dan keberagaman budaya berjudul Teman Tegar Maira – Whisper From Papua, menggelar special screening perdana di Transmart MX XXI, Mall Transmart, Jumat (30/1/2026). Karya sutradara Anggi Frisca ini mengajak penonton menyusuri Papua lewat kisah persahabatan dua anak dari latar berbeda yang dipersatukan oleh alam dan mimpi menjaga hutan.

Spesialnya, screening film ini menghadirkan pemain utama Elisabet Sisauta yang memerankan sebagai Maira sekaligus sutradara yang telah menggeluti dunia perfilman selama 20 tahun, yakni Anggi Frisca. Kehadiran mereka menambah antusiasme tinggi puluhan penonton.

Baca Juga : MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace Gaza, Ini Alasannya

Hanya saja balik antusiasme pemutaran perdana, terselip kekecewaan dari Frisca. Bagaimana tidak menjelang jadwal tayang pada 5 Februari 2026 mendatang, film ini belum mendapatkan layar di bioskop Kota Malang.

Padahal, Malang disebut sebagai salah satu kota yang memiliki keterikatan kuat dengan proses kreatif dan jejaring relawan film tersebut. “Saya baru dapat kabar kalau film ini belum bisa tayang di Malang. Jujur, aku sedih sekali,” ungkap Frisca dengan nada suara kecewa.

Menurut Frisca, film dengan muatan sosial dan lingkungan masih kerap dipandang berisiko secara komersial. Namun Frisca memberanikan tekatnya demi menyuarakan alam Papua bagaimana mempertahankan yang tersisa dari yang ada.

“Film-film seperti ini sering dianggap belum punya pasar. Masih diragukan penontonnya, tapi karena tekat saya bersama suami yang merupaka produser dalam film, akhirnya bisa terwujud,” ucap Frisca saat ditemui JatimTIMES.

Meski demikian, ia tetap menaruh harapan besar pada kekuatan komunitas. Anggi mengajak warga Malang untuk bergerak bersama agar film ini bisa diputar secara kolektif.

“Kalau bisa, teman-teman gotong royong. Booking satu studio, nonton bareng, supaya film ini bisa hadir di Malang,” ajak Frisca.

Di sisi lain, Frisca mengaku film ini diproduksi selama dua tahun dengan biaya sekitar Rp 9 miliar, ini merupakan angka yang terbilang besar bagi film independen. Tantangan produksi tak hanya soal biaya, tetapi juga medan Papua yang sulit dijangkau.

“Lokasinya remote. Untuk riset saja kami harus berjalan kaki berhari-hari. Hampir 70 persen prosesnya kami kerjakan bersama teman-teman Papua,” jelas Anggi.

Ia menegaskan, Papua dalam film ini bukan sekadar latar visual. “Ini soal suara. Soal keadilan. Kekayaan Indonesia itu ada di hutan dan keberagamannya. Kalau hutan hilang, yang menyelamatkan kita bukan uang,” terang Frisca.

Sebagai filmmaker dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Anggi menyebut Teman Tegar Maira – Whisper From Papua sebagai film keempatnya sebagai sutradara. “Saya tidak berharap keuntungan besar. Saya hanya ingin film seperti ini terus hidup dan ditonton,” katanya.

“Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 Februari 2026. Anggi berharap Malang bisa segera menyusul dalam daftar kota penayangan. “Dukung film Indonesia. Karena tontonan yang baik bisa mengubah kita, dan masa depan anak-anak ada di sana,” jelas Frisca.

Apreasi pun diberikan dari salah satu penonton yang juga Kasi Perencanaan Ruang Terbuka, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Suhartini. Ia mengatakan bahwa pohon bukan sekadar objek alam, melainkan makhluk hidup yang memiliki peran vital bagi keseimbangan ekosistem, disampaikan dengan pendekatan emosional dan budaya. Nilai-nilai ini dinilai relevan untuk diimplementasikan di Kota Malang yang tengah menghadapi tantangan alih fungsi lahan.

Baca Juga : Dishub Surabaya dan PJS Duduk Bersama, Cari Solusi Penanganan Tipiring Juru Parkir

“Mempertahankan lingkungan dari segi tutupan lahan salah satunya adalah dengan penanaman pohon. Terima kasih sudah diingatkan, terutama untuk Kota Malang. Dengan adanya film ini, pesan pelestarian lingkungan bisa diimplementasikan secara nyata,” ungkap Hartini.

Ia menegaskan, film tersebut menjadi pengingat bahwa pohon memiliki kehidupan dan harus diperlakukan dengan bijak. Karena itu, upaya mempertahankan pohon-pohon yang masih ada dinilai sangat penting demi keberlanjutan lingkungan.

“Bahwa pohon punya kehidupan. Mohon pohon-pohon ini dipertahankan. Kita bisa menjaga alam seperti yang digambarkan di film,” lanjut Hartini.

Lebih dari sekadar tontonan, kehadiran film ini di Malang juga diharapkan menjadi energi baru bagi gerakan budaya dan ekologi. Film dipandang sebagai medium efektif untuk menyatukan kesadaran masyarakat melalui karya visual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kehadirannya di Malang bisa menjadi energi, sekaligus budaya tontonan kita. Ini bukti bahwa penonton Indonesia peduli dan siap mendukung film-film yang membawa pesan penting bagi masa depan lingkungan,” tutupnya.

Sinopsis

Kabut pegunungan Papua menyelimuti kehidupan Maira (Elisabet Sisauta), gadis yang tumbuh bersama lagu, dongeng, dan kebijaksanaan alam. Baginya, hutan adalah rumah, warisan yang tak tergantikan.

Ketika Tegar yang dimainkan M. Aldifi Tegarajasa, anak kota, datang untuk mencari jejak cerita hutan yang pernah diceritakan mendiang kakeknya, pertemuan mereka perlahan berubah menjadi persahabatan yang tak terduga.

Namun keindahan itu dibayangi kenyataan, hutan tempat Maira hidup sedang terancam oleh ekspansi besar. Perjalanan mereka yang bermula dari rasa ingin tahu pada burung cendrawasih berubah menjadi keberanian untuk menjaga sesuatu yang lebih besar dari diri mereka. Dengan musik Papua dan lanskap yang sinematik, film ini mengajak keluarga merasakan hangatnya persahabatan dan mendengar bisikan alam sebelum semuanya terlambat.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Teman Tegar Maira Whisper From Papua Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Nurlayla Ratri