JATIMTIMES -Bagi sebagian orang, bau mulut selama berpuasa adalah salah satu masalah yang mengganggu, bahkan tak jarang menimbulkan rasa tidak percaya diri.
Padahal Rasulullah SAW pernah bersabda, dari Abu Hurairah, “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk (kasturi).” (HR Bukhari).
Baca Juga : 11 Rekomendasi Pasar Takjil di Malang, Tempat Favorit Berburu Kuliner Ramadan
Meski demikian, tidak ada salahnya untuk mengupayakan hal-hal untuk menjaga aroma napas sehingga senantiasa segar sekalipun sedang berpuasa.
Tips Hilangkan Bau Mulut saat Puasa
Untungnya, ada solusi mudah dan efektif untuk menjaga kesegaran napas sepanjang hari, bahkan saat berpuasa. Dokter dan ahli kesehatan memberikan berbagai tips untuk mengatasi masalah ini. Salah satu tips unik datang dari dokter Zaidul Akbar yang menyarankan penggunaan mentimun.
"Timun ini kalau Anda potong, ditaruh di atas langit-langit lumayan bisa ngurangin bau mulut. Keren kan timun," ujarnya dikutip dari YouTube dr. Zaidul Akbar Official, Sabtu (8/3/2025).
Selain timun, Zaidul Akbar juga menyarankan untuk mengonsumsi daun mint, teh jahe dan teh daun pandan. "Contohnya apa, bisa menggunakan daun mint, bisa menggunakan teh daun mint, teh dari pandan, dari jahe bisa juga, yang akhirnya membuat aroma tubuh kita atau aroma mulut kita menjadi aroma yang menyenangkan,” ungkapnya.
“Kita bisa kumur-kumur dengan daun mint, air madu, atau daun pandan juga boleh, dan berbagai macam produk-produk yang Allah ciptakan di muka bumi ini yang bisa menghilangkan aroma mulut,” lanjutnya.
Penyebab Bau Mulut
Selain cara menghilangkan bau mulut, penting juga untuk tahu penyebab mulut bisa berbau tidak sedap. Menurut Zaidul Akbar, ada makanan-makanan yang membuat tubuh seseorang mengeluarkan aroma tak sedap. Salah satunya adalah makan bawang putih.
Dalam hadis diterangkan bahwa Rasulullah SAW melarang orang-orang yang makan bawang putih untuk mendekati masjid. Sebab, malaikat akan terganggu dengan aroma tak sedap seperti bawang putih.
Baca Juga : Kisah Qais bin Shirmah dan Turunnya Surat Al-Baqarah Ayat 187
“Maka, makanan-makanan yang menimbulkan aroma atau memberikan aroma yang kuat untuk tubuh kita sebaiknya tidak dimakan waktu berbuka dan sahur. Contohnya bawang-bawangan atau bawang putih,” katanya.
Berikutnya adalah menghindari makanan-makanan yang memberikan kondisi tubuh terlalu asam. Contohnya, makanan yang terlalu banyak minyak.
“Semua produk minyak terutama minyak-minyak yang tidak sehat seperti trans fat dari minyak goreng misalnya. Itu akan membentuk asam dalam tubuh kita,” jelas pakar obat herbal ini.
Selanjutnya adalah makanan yang menggunakan bahan tepung-tepungan seperti terigu. Hal itu akan menambah kondisi asam dalam tubuh sehingga pencernaannya tidak sehat.
