Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Mengenal Carstensz Pyramid Papua, Puncak Tertinggi Indonesia yang Berselimut Salju Abadi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

02 - Mar - 2025, 18:57

Placeholder
Carstensz Pyramid Papua atau Puncak Jaya saat dilihat dari atas. (Foto dari Wikipedia)

JATIMTIMES - Cartensz Pyramid atau Puncak Jaya adalah titik tertinggi Indonesia dengan ketinggian mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Berlokasi di, Mimika, Provinsi Papua Tengah, ini adalah salah satu puncak tertinggi Barisan Pegunungan Jayawijaya.

Baca Juga : Perjalanan Mudik Lebaran Jember- Jakarta Semakin Nyaman dan Menyenangkan dengan Hadirnya Layanan Priority Class KA Pandalungan

Selain Puncak Jaya dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl), ada juga Puncak Mandala (4.760 mdpl) dan Puncak Trikora (4.751 mdpl).

Saking tingginya, Cartensz Pyramid juga termasuk dalam salah satu Seven Summit (tujuh puncak tertinggi) dunia.

Keenam puncak tertinggi di dunia lainnya adalah Himalaya (Tibet, Asia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Latin), McKinley (AS), dan Vinson Massif (Antartika, Kutub Selatan).

Asal-usul nama Cartensz Pyramid 

Nama Cartensz pada puncak ini berawal dari orang yang pertama kali melihatnya pada tahun 1623.

Orang itu bernama Jan Cartensz yang berasal dari Eropa. Ia pertama kali melihatnya dalam perjalanan pelayarannya.

Cartensz pun mengklaim bahwa puncak tersebut ditutupi oleh gletser dan salju. Namun, klaim itu tidak dipercaya banyak orang Eropa mengingat lokasi gunung berada di daerah tropis. 

Hamparan salju Cartensz Pyramid baru bisa dicapai pada awal tahun 1909 oleh seorang penjelajah Belanda bernama Hendrik A. Lorentz. 

Pada tahun 1963, puncak ini berganti nama menjadi Puncak Soekarno, setelah itu kemudian diganti menjadi Puncak Jaya. Nama Piramida Carstensz sendiri masih digunakan di kalangan para pendaki. 

Memiliki Salju di Wilayah Tropis 

Salah satu keunikan Cartensz Pyramid adalah adanya salju yang berada di daerah beriklim tropis. Bahkan, salju di sana disebut sebagai salju abadi.

Hal itu dikarenakan ketinggiannya yang mencapai 4.884 mdpl, sehingga suhu udara di puncak sangat dingin.

Pada tahun 1992, salju di Puncak Jaya mencapai areal seluas 3.300 ha. Salju tersebut berada di pegunungan kars.

Namun seiring pemanasan global, luas Puncak Carstensz Pyramid yang tertutup salju semakin berkurang. 

Diperkirakan ketebalan es yang tersisa pada Desember 2022 hanya 6 meter. Sementara itu, tutupan es pada 2022 berada di angka 0,23 km persegi atau turun sekitar 15 persen dari luasan pada Juli 2021 yaitu 0,27 km persegi.

Jalur Pendakian yang Ekstrem

Baca Juga : Kondisi Fiersa Besari Usai 2 Temannya Meninggal di Carstensz Pyramid

Sementara, puncak tersebut baru didaki pada tahun 1962 oleh sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh seorang pendaki gunung Austria, Heinrich Harrer. Adapun Cartensz Pyramid adalah nama Eropa puncak ini. Nama Indonesianya adalah Puncak Jaya.

Jalur untuk mencapai puncak juga tidak mudah. Pendaki harus melewati jalur tracking panjang dengan durasi 7 sampai 10 hari melewati desa penduduk, hutan belantara, sungai, dan tentunya cuaca yang tidak dapat diprediksi untuk sampai di base camp Lembah Kuning yang merupakan titik awal perjalanan menuju puncak.

Ketika pendaki sampai di base camp, masih harus dibutuhkan waktu 6-12 jam untuk bisa sampai di puncak. Di puncak juga tidak mudah, suhu bisa mencapai di bawah 0°C, dengan cuaca yang sering berubah secara tiba-tiba, mulai dari hujan deras, kabut tebal, hingga badai es.

Meski begitu ada opsi lain bagi yang ingin akses lebih mudah, yaitu dengan menggunakan helikopter dari Timika langsung ke base camp Lembah Kuning atau Base Camp Yellow Valley. Namun lagi-lagi cuaca menjadi tantangan.

Ekstremnya medan yang ditempuh menjadikan Carstensz bukan sembarang puncak yang bisa didaki oleh pendaki amatir. Bagi pendaki profesional yang sudah berpengalaman pun gunung ini cukup sulit untuk ditaklukkan.

Biaya Pendakian yang Mahal 

Menyandang predikat sebagai Atap Indonesia dan masuk sebagai Seven Summit dunia, membuat puncak gunung ini jadi primadona pendaki dari seluruh dunia. 

Namun, pendaki yang ingin berdiri di puncaknya dan menyaksikan salju abadi, harus membayar mahal.

Biasanya, operator pendakian ke Puncak Jaya menawarkan paket perjalanan menuju Gunung Carstensz dengan harga Rp 55 juta sampai Rp 65 juta per orang. 

Biaya itu termasuk transportasi sampai Desa Sugapa, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, logistik, hingga porter.

Demikian informasi seputar puncak Carstensz Pyramid Papua atau Puncak Jaya. Semoga bermanfaat! 


Topik

Serba Serbi Cartensz Pyramid Puncak Jaya Gunung Jayawijaya papua



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni