Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kuliner

Baklava Jadi Rekomendasi Takjil Manis Khas Turki Saat Berkunjung ke Sidoarjo

Penulis : Nur Hidayah - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Feb - 2025, 16:48

Placeholder
Baklava desert atau hidangan Penutup Khas Turki.

JATIMTIMES – Bulan Ramadan menjadi moment yang ditunggu untuk berbagi kebaikan serta menjalin silaturahmi bersama keluarga dan berbuka puasa.

Tak ayal seperti kurma, buah-buahan, gorengan atau kue manis menjadi pilihan pertama sebelum menyantap makanan. Baklava makanan khas dari Turki bisa menjadi rekomendasi saat membuat hidangan takjil.

Baca Juga : Harga Naik, TPID Sidoarjo Siap Stabilkan Harga Jelang Ramadan

Baklava sendiri adalah hidangan penutup atau dessert. Baklava merupakan salah satu hidangan penutup yang populer di Turki. Namun di Indonesia yang memiliki populasi muslim yang dominan, Baklava bisa dijadikan takjil saat buka puasa.

Titis Parameswati, Pastry Chef Premier Palace Hotel Airport Surabaya mengatakan Baklava merupakan kudapan yang terbuat dari pillow pastry berlapis-lapis, yang diisi dengan campuran kacang-kacangan dan bubuk kayu manis.

“Kita bisa pakai sesuai selera, kali ini mix nut, kacang mete, almond, dan pistachio. Kita grinder (giling) kasar, terus kita mix sama gula halus juga kayu manis bubuk, kita campur jadi satu,” jelas Chef Titis sambil live cooking Baklava, Jumat (28/2/2025).

Chef Titis menjelaskan langkah awal membuat Baklava, pillow pastry ditata dalam loyang olesi dengan melted butter, tumpuk pastry hingga beberapa lapis agar terasa crunchy (renyah). Kemudian taburi dengan campuran mix nut, gula halus, dan bubuk kayu manis, lalu tumpuk dengan pillow pastry lagi hingga beberapa lapis sesuai selera.

“Kalau pengen crunchy itu biasanya kita kasih 3 layer pillow pastry nya. Lalu dipotong sesuai selera, kemudian dibake selama 20-25 menit dengan suhu 185 derajat,” urainya.

Sambil menunggu matang, chef menjelaskan membuat air gula untuk siraman Baklava yang terdiri dari gula pasir yang dicairkan dan perasan air lemon. Dimasak hingga mengental.

“Ketika Baklava keluar dari oven panas-panas kita siram pakai air gula, terus kita diamkan sampai suhu ruang, sampai dingin, baru bisa dinikmati,” katanya.

Sebagai pendamping, Baklava juga bisa dinikmati dengan ice cream vanila atau yogurt plain. 

Baca Juga : Soroti Adanya Gangguan Ormas, Rakorwil HKI Jatim Tekankan Pentingnya Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

“Jadi ada rasa uniknya, ada rasa asem-asemnya gitu atau sesuai selera masing-masing. Baklava ini cocok sekali untuk takjil berbuka puasa karena memiliki citarasa yang manis, gurih, dan renyah,” tutupnya.

Selain Baklava sebagai hidangan pembuka atau takjil, pada moment Ramadhan Premier Place Hotel Airport di Sidoarjo juga menghidangkan menu bernuansa Timur Tengah. Diantaranya Syahi Adeni yang merupakan minuman teh rempah khas Arab, Nasi Biryani, Nasi Mandhi dan berbagai makanan khas Arab lainnya.

Aini, Salah satu pengunjung asal Gedangan, Sidoarjo sangat antusias menikmati gurih dan crunchinya Baklava khas Turki ini.

“Baklava salah satu makanan penutup yang selalu saya cari saat hunting kuliner khas Turki. Nah makanan manis ini sekarang bisa saya nikmati di Sidoarjo dan ga perlu jauh - jauh lagi ke Kampung Arab Surabaya,” jelasnya.

Selain Baklava, Aini mengaku bisa menikmati berbagai menu kuliner khas Turki ini tanpa harus jauh- jauh ke kota pahlawan atau ke Turki langsung. Menurutnya kuliner ini wajib menjadi menu yang bisa dinikmati bersama keluarga saat berbuka puasa.


Topik

Kuliner Baklava Kuliner Sidoarjo Kuliner Turki sidoarjo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nur Hidayah

Editor

Sri Kurnia Mahiruni