JATIMTIMES - Harta merupakan segala sesuatu yang dimiliki, dikuasai, diusahakan, dan dialihkan, baik berwujud maupun tidak berwujud. Harta dapat berupa barang, kekayaan, atau hak yang memiliki nilai ekonomis.
Beberapa orang biasanya gemar sekali mengoleksi harta benda baik berupa pakaian, kendaraan dan barang lainnya.
Baca Juga : Daftar Kepala Daerah di Jawa Timur yang Bakal Dilantik Presiden Prabowo 20 Februari
Namun, kesukaan mengoleksi hal tersebut tanpa dibarengi dengan pemakaian bisa menjadi tanda awal tidak berkahnya harta yang dimiliki.
Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH). Menurutnya, saat kita membeli barang-barang tersebut harusnya dibarengi seharusnya atas dasar kebutuhan, sehingga bukan cuma sebagai barang koleksi.
Lebih lanjut UAH mengatakan jika mengoleksi barang hanya atas nafsu maka itu termasuk ciri-ciri harta yang tidak berkah.
"Ciri harta tidak berkah di antaranya apa? Dikoleksi sesuai keinginan, nafsu tetapi tidak dibutuhkan, tidak digunakan,” terangnya dikutip dari tayangan YouTube Short @QuotesIslami313, Rabu (19/2/2025).
“Dikumpulkan pakaian, kendaraan, perangkat macam-macam setiap pengen-pengen, tapi dipakai tidak,” sambungnya.
Hal ini kata UAH menunjukkan ketidakberkahan harta. "Ini menunjukkan kurang berkah,” tegasnya.
Lebih jauh UAH menjelaskan makna berkah yang artinya bertambahnya nilai manfaat suatu harta.
Baca Juga : Pria Warga Blitar Tewas Terlindas Kereta Api di Aryojeding Tulungagung
UAH juga menegaskan bahwa ciri lain harta tidak berkah yakni cepat habis meskipun pendapatan yang kita peroleh tergolong banyak.
“berkah itu ziadah, bertambah nilai manfaatnya, kalau tidak bermanfaat untuk apa itu,” paparnya.
“Jadi kalau anda misalnya dapat gaji Rp10 juta, 5 juta, 3 juta perbulan tapi cepat habis,” imbuhnya.
“Sehari habis, sehari habis dan bukan aspek kebutuhan, mengkonsumsi ini itu, ini menunjukkan harta tidak berkah,”pungkasnya.
