Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

UMKM Keripik Pisang Haga Asli Pakis Malang, Rasanya Bikin Nagih dan Tanpa Pengawet

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Yunan Helmy

14 - Feb - 2025, 16:25

Placeholder
Pelaku UMKM asal Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sri Harwati saat menunjukkan produk kripik pisang buatannya kepada JatimTIMES.com. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) keripik pisang asli Dusun Krajan, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dengan merek Haga  terus menunjukkan geliatnya dalam meningkatkan kualitas produknya. 

Pemilik UMKM keripik pisang yang berlokasi di Jalan Wendit Utara itu, yakni Sri Harwati,  menjelaskan bahwa usaha keripik pisangnya ini merupakan pengembangan dari unit usaha pembuatan kue kering yang telah dirintis sejak tahun 2018 lalu. 

Baca Juga : Jelang Porprov, Pemkot Malang: Sinergi Baik Bawa Kesuksesan

"Kalau untuk keripik pisang ini mulai saya rintis tahun 2024. Ini pengembangan dari unit usaha kue kering yang telah saya geluti sejak tahun 2018 lalu," ungkap Sri. 

Pihaknya pun menjelaskan bahwa alasan dipilihnya keripik pisang sebagai salah satu pengembangan unit usaha dikarenakan bahan baku yang tidak begitu sulit didapatkan. Pasalnya, beberapa daerah di Kabupaten Malang menjadi tujuan dirinya dalam mendapatkan bahan baku pisang dengan jenis raja nangka. 

"Kenapa pilihannya jatuh di keripik pisang? Karena lebih simpel. Bahan baku pisangnya mudah didapat untuk jenis raja nangka dan sepanjang masa masih ada," ungkap Sri. 

Dirinya juga mengungkapkan alasan menggunakan pisang jenis raja nangka. Menurut Sri, pisang raja nangka memiliki rasa yang lumayan asam. Pisang yang memiliki rasa lumayan asam cocok untuk dibuat keripik pisang.

 Selain itu, dirinya mengaku mudah mendapatkan pisang jenis raja nangka. Beberapa tempat yang menjadi langganan Sri untuk mendapatkan pisang raja nangka yakni di wilayah Desa Saptorenggo dan Desa Bunut Wetan di Kecamatan Pakis serta di kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

"Saya juga nggak pakai pengawet sama sekali. Jadi, hanya pisang raja nangka, gula dan garam. Rasa nanti disesuaikan dengan pesanan konsumen," kata Sri. 

Untuk proses pembuatan keripik pisang, Sri juga mengajak tetangga serta saudaranya untuk membuat produk keripik pisang yang berkualitas dan rasanya pasti bikin nagih. Pisang yang baru saja dibeli dipotongi dan dikupas kulitnya. Kemudian dicuci hingga bersih. Setelah itu pisang yang telah terkupas dan tercuci bersih siap digoreng dengan alat potong yang masih terbilang manual. 

"Jadi untuk menggorengnya, di atas wajan saya pasang alat potong dan pisang yang sudah tercuci bersih langsung saya ootong dan masuk ke dalam wajan. Setelah sudah mulai matang, saya tiriskan," jelas Sri. 

Kemudian, pisang yang telah menjadi keripik pisang rasa original tersebut akan mulai dibumbui sesuai dengan pesanan. Jika pelanggan menginginkan keripik pisang asin, maka tinggal menambahkan garam. Sebaliknya, bagi pelanggan yang menginginkan keripik pisang manis, tinggal menambahkan gula yang sudah dibuat sendiri tanpa campuran pengawet. 

Baca Juga : Tomoland Dapat Protes Warga, Akhirnya Penuhi Pengajuan Perbaikan Grill Drainase

Setelah proses tersebut, keripik pisang akan ditiriskan di atas sebuah wadah lebar yang selanjutnya dimasukkan ke dalam plastik pouch dengan dua ukuran. Yakni ukuran 200 gram seharga Rp 15 ribu dan ukuran 450 gram seharga Rp 35 ribu. 

"Keripik pisang itu saya kemas dalam ukuran plastik pouch 200 gram dan 450 gram. Selain itu saya  menerima pesanan kiloan. Minimal 2,5 kilogram itu harganya Rp 150 ribu," ungkap Sri. 

Untuk rasanya, Sri menyajikan keripik pisang Haga ini dalam tiga rasa. Yakni rasa original, asin dan manis. Ketiga rasa keripik pisang tersebut laku keras. Ke depan dirinya akan mencoba keripik pisang dengan rasa cokelat dan green tea untuk menjangkau pasar anak muda dan gen Z yang menurutnya suka dengan dua rasa tersebut. 

Lebih lanjut, Sri mengatakan bahwa produksi keripik pisang Haga ini masih menggunakan alat dan cara manual. Artinya masih belum ada alat modern untuk membuat keripik pisang dengan jumlah lebih banyak dan besar. 

"Saya masih menggunakan alat dan cara manual. Jadi, untuk pasarnya masih di wilayah Kabupaten Malang  Kota Malang, Kota Batu dan Pasuruan. Kebetulan ada saudara di sana. Jadi juga membantu memasarkan keripik pisang Haga ini," jelas Sri. 

Pihaknya berharap  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui organisasi perangkat daerah terkait dapat membantu pemasaran produk keripik pisang Haga dan membantu peralatan agar dapat memproduksi keripik pisang  dalam jumlah banyak dan besar. 

Sri juga menjelaskan secara singkat arti nama Haga dalam merek keripik pisang dan kue kering yang dibuatnya. Merek Haga  merupakan sebuah nama yang memiliki mendalam bagi dirinya bersama suami. 


Topik

Ekonomi Keripik pisang Haga keripik pisang Haga UMKM Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy