JATIMTIMES - Pemrrintah Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, saat ini tengah menjalin komunikasi intens dengan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pembuat dupa di wilayahnya.
Kepala Desa Dalisodo Suprapto menyampaikan bahwa beberapa waktu ke belakang, kondisi para perajin atau pekaku UMKM dupa di Desa Dalisodo saling bersaing dan memiliki kecenderungan tidak rukun antarpelaku UMKM. Tercatat di Desa Dalisodo, ada delapan perajin dupa.
Baca Juga : DPRD Jatim Dukung Kebijakan Pemerintah Pusat Stop Impor Garam Konsumsi
"Selama ini masing-masing pelaku home industry dupa ini saling bersaing, individu, jadi tidak rukun," kata Suprapto.
Namun, setelah dilakukan komunikasi intensif dan musyawarah desa, akhirnya para pelaku UMKM dupa bersedia hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, pihak Pemerintah Desa Dalisodo akan menyatukan produk dupa dari seluruh para pelaku UMKM dupa di dalam naungan yang sama, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUNDes) Dalisodo.
"Makanya kemarin sudah kita kumpulkan, mudah-mudahan tahun ini bisa satu kelompok, yang nanti penjualannya nanti tidak secara individu, tetapi nanti melalui BUMDesa," ungkap Suprapto.
Menurut dia, selama ini penghasilan dari para pelaku UMKM fluktuatif atau tidak menentu ketika menjual dupa secara mandiri atau individu. Nantinya, Suprapto meyakini ketika para pelaku UMKM dupa dijadikan satu di dalam BUMDes, keutuhannya akan merata bagi masing-masing pelaku UMKM dupa.
"Sama keuntungannya kalau lewat BUMDes dan merata. Kita menggunakan harga yang normal. Kalau secara individu itu bisa turun keuntungannya," ujar Suprapto.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polres Gresik Sidak Pasar dan Toko Modern
Pihaknya menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Dalisodo sudah menjalin komunikasi dengan pembeli di Bali yang akan membeli produk dupa dari para perajin di Desa Dalisodo. Dirinya juga memiliki target, produk dupa dari Desa Dalusodo dapat dikemas dengan merek sendiri ke depannya.
"Nanti kita kerja sama dengan pengusaha di Bali. Rencana kami akan membentuk suatu kelompok yang dinaungi oleh BUMDes. Biar tidak hanya produk dupa saja, tetapi itu bisa dikemas sendiri di desa kami," pungkas Suprapto.
