Kondisi Waduk Selorejo yang mengalami penurunan debit air setiap dua jam, Kecamatan Ngantang (Foto : Istimewa)
Kondisi Waduk Selorejo yang mengalami penurunan debit air setiap dua jam, Kecamatan Ngantang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Musim kemarau yang berkepanjangan, tidak hanya mengakibatkan musibah kekeringan di Kabupaten Malang. Musim penghujan yang diprediksi molor dan baru memasuki bulan November mendatang, juga berdampak penurunan debit air di Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang.

Kepala Departemen Humas dan Informasi Publik PJT 1 Inni Dian Rohani menjelaskan, dari data yang dihimpun Perum Jasa Tirta (PJT) 1, menunjukkan fakta yang memprihatinkan. Pada Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang misalnya, dalam hitungan jam debit air di waduk tersebut selalu mengalami pengurangan. 

"Setiap dua jam, debit air mengalami penurunan satu sentimeter. Ini terjadi secara konstan selama musim kemarau belakangan ini,"  kata Dian, Senin (30/10/2018).

Terkait ketinggian air, secara normal berada pada elevasi 622,00 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, dimana ketinggian air hanya mencapai 613.54 mdpl. Sedangkan batas minimun ketinggian air adalah 609.00 mdpl.

Dian menambahkan, dalam kondisi riskan, yakni memasuki intensitas minimum, solusi yang biasanya diterapkan yakni dengan cara mengurangi tingkat efektivitas kinerja bendungan. Misalnya dengan cara pengurangan jam operasional kerja. 

"Biasanya turbin bisa bekerja selama 24 jam, tapi jika debit air terus berkurang maka sistim kinerja akan berjalan hanya selama 10 jam saja," imbuhnya.

Dalam kondisi waduk yang mengalami penyurutan semacam ini, PJT I terpaksa harus mengeruk sedimen di waduk. Hal ini, sudah dilakukan sejak Maret dan bakal diberlangsungkan hingga bulan Desember 2018 mendatang.

Meski demikian, jika dilihat secara gambaran umum. Trobosan tersebut masih bisa dikatakan efektif. Terbukti, selain bisa digunakan untuk pembangkit listrik, dengan kondisi debit air yang ada di waduk Selorejo, juga bisa memenuhi kebutuhan pengairan sawah dan industri. Selain itu, pasokan air dari PDAM juga bisa disalurkan ke masyarakat. 

"Sementara masih aman, kemungkinan masih bisa memenuhi kebutuhan air hingga hilir ke daerah Jombang dan Kediri, hingga November mendatang,"  tutup Dian.