foto screenshot (youtube)
foto screenshot (youtube)

MALANGTIMES - Insiden pembakaran bendera berkalimat Tauhid di Garut saat perayaan Hari Santri Nasional Senin (22/10/2018) lalu terus menyeret nama lembaga NU. Karena aksi pembakaran tersebut ditengarai dilakukan oleh Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau Banser yang turut menjaga keamanan upacara tersebut.

Sempat mendapat kritik pedas dari berbagai kalangan, para tokoh NU dan GP Ansor pun tak lelah memberi penjelasan. Bahkan, organisasi Islam terbesar di Indonesia itu juga terus berupaya menunjukkan rasa cintanya terhadap kalimat Tauhid dan NKRI melalui berbagai kegiatan.

Salah satunya dilakukan dengan cara mengibarkan bendera berlafadh Tauhid saat santri sedang menyanyikan mars NU berjudul  Yaa Lal Wathan gubahan Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah. 

Sebuah video berdurasi sekitar tujuh menit menunjukkan jika bendera dengan lafadh Tauhid dikibarkan bersama dengan sang Merah Putih saat santri Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo menyanyikan mars NU berjudul Yaa Lal Wathon bersama-sama di lapangan. Video tersebut diunggah oleh channel youtube KHM. Luthfi Rochman dengan judul 'Bendera Tauhid dikibarkan saat menyanyi Ya Lal Wathon - Pondok Sukorejo Situbondo', pada Kamis (25/10/2018).

Dalam video amatir itu, menunjukkan jika ada ratusan santri yang kompak mengenakan gamis berwarna putih. Sebagian santri pun berdiri pada barisan yang berbeda sembari membawa beberapa bendera. Dua bendera di antaranya adalah bendera Tauhid dan bendera Merah Putih.

Sejak lirik Yaa Lal Wathan dinyanyikan untuk pertama kalinya, hingga pada bait akhir, tampak para santri mengibarkan bendera berlafal 'Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah' itu.

Sebagai informasi, lagu Yaa Lal Wathan itu sendiri merupakan lagu perjuangan berbahasa arab yang diciptakan Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah. Lagu yang juga merupakan mars NU itu berisi tentang perjuangan dan semangat nasionalisme yang harus menyatu pada setiap muslim dan santri.

Berikut penggalan lirik dan makna dari lagu Yaa Lal Wathan yang sebelumnya juga sempat diusulkan sebagai lagu perjuangan nasional oleh Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa saat masih duduk sebagai Menteri Sosial RI.

https://youtu.be/FJDFDnOGGnw

يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن
حُبُّ الْوَطَن مِنَ الْإِيْمَان
وَلَا تَكُنْ مِنَ الْحِرْمَان
اِنْهَضُوْا أَهْلَ الْوَطَن
إِنْدُونَيْسيَا بِيْلَادِيْ
أَنْتَ عُنْوَانُ الْفَخَامَا
كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْمَا
طَامِحًا يَلْقَ حِمَامَا

“Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
Siapa datang mengancammu
‘Kan binasa dibawah durimu!”