Kepala OJK Malang Widodo saat ditemui awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Kepala OJK Malang Widodo saat ditemui awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perbankan dan penyedia layanan asuransi di wilayah Malang Raya dan sekitar masih menuai keluhan pelanggan. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat ada puluhan aduan dari masyarakat terkait pelayanan Industri Jasa Keuangan (IJK). 

Kepala OJK Malang Widodo mengungkapkan sejauh ini yang masih mendominasi adalah dari sisi kredit atau pembiayaan perbankan. Berdasarkan data yang didapatkan, dari Januari hingga September 2018, keluhan disampaikan masyarakat melalui telepon, surat, hingga melalui website. 

"Ada 56 orang yang melakukan kunjungan, 54 surat masuk dan 4 telepon yang masuk," kata dia. Selanjutnya, yang paling banyak mendapatkan laporan adalah dari segi klaim asuransi, yakni sebanyak 38 orang yang melakukan kunjungan, 12 surat masuk dan 3 telepon masuk. 

"Kemudian, ada juga dari sisi kredit atau pembiayaan dari lembaga pembiayaan, yakni sebanyak 21 orang yang kunjungan, 17 surat masuk dan 5 telepon masuk," papar dia.
Nantinya, untuk aduan tersebut akan segera ditindaklanjuti. Namun, masih ada beberapa masyarakat yang masih belum paham soal program-program yang diberikan IJK. "Kami akan membantu memberikan sosialisasi dan edukasi juga," kata dia.

Widodo menyebut, ada beberapa layanan yang disediakan oleh OJK Malang untuk menerima keluhan dari masyarakat. Yakni melalui surat, telepon hingga kunjungan langsung ke kantor. "Masyarakat tersebut tidak hanya mengajukan aduan saja. Namun juga meminta sosialisasi terkait program-program yang disediakan oleh IJK," terang dia. 

Pada kesempatan tersebut, Widodo juga menuturkan, nasabah yang mendatangi OJK untuk melakukan pengajuan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga sudah cukup banyak. "Sampai dengan 30 September 2018, sudah ada 2.402 orang," tandas dia.