Guru besar UGM Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU (foto: Imarotul Izzah)
Guru besar UGM Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU (foto: Imarotul Izzah)

MALANGTIMES - Guru Besar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU dengan tegas menyatakan bahwa akses jalan dari Malang ke Bromo sangat berbahaya. Menurutnya, orang transportasi harus sangat berhati-hati karena geometri jalannya sangat tidak berkeselamatan.

“Saya katakan bukan tidak, tapi sangat-sangat tidak berkeselamatan. Dan itu banyak korban kecelakaan di geometri itu,” tandasnya saat ditemui di Universitas Brawijaya dalam Forum Studi Transportasi antarPerguruan Tinggi tadi (20/10).

Memang, jalan menuju Bromo dari Malang adalah jalan kabupaten, bukan jalan provinsi. Maka tentu geometrinya tajam. Menurut Taufik, jalan tersebut termasuk black spot atau titik rawan kecelakaan.

“Nah itu black spot tapi tidak pernah diselesaikan persoalannya. Kalau itu diserahkan pada pemerintah daerah ya tidak mampu,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menyatakan bahwa seharusnya jalan tersebut harus diubah statusnya menjadi status nasional supaya dia dibiayai dengan APBN. Lantas mana jalan menuju Bromo yang paling

aman? Taufik mengatakan bahwa akses teraman adalah lewat Pasuruan dan Probolinggo. Meski jauh, namun orang lebih banyak memilih akses tersebut karena aman.
Problem transportasi akses kawasan wisata ini harusnya segera diselesaikan apabila ingin wisata tersebut maju. Taufik menyatakan banyak wisatawan yang enggan ke kawasan wisata tertentu

justru karena jalannya yang jelek. Akses dan transportasi banyak yang tidak memadai.
“Pengembangan kawasan wisata belum diikuti perencanaan dan pemrograman sistem transportasi berkelanjutan,” terangnya.