Ekonom Universitas Brawijaya Malang Dias Satria saat ditemui di Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ekonom Universitas Brawijaya Malang Dias Satria saat ditemui di Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mesti bekerja keras jika ingin mengimbangi Kota Surabaya dalam hal pertumbuhan ekonomi.

Pada 2017 lalu, Kota Malang mencatat pertumbuhan 5,69 persen, sementara Kota Surabaya sebesar 6,0 persen.

Seperti diketahui, saat ini memasuki hari ke 30 kepemimpinan baru Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Ekonom menyebut masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) terkait perekonomian yang perlu dibenahi di kota pendidikan. Salah satunya terkait pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Pengamat ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Dias Satria mendukung langkah pemerintah untuk mulai memberi ruang bagi pelaku UMKM berkembang.

"Saya melihat arahan Walikota jelas berpihak terhadap ekonomi kerakyatan. Hal itu terlihat dari kebijakan rencana pembangunan  mall UKM, revitalisasi pasar tradisional, penguatan produk-produk UMKM," kata Dias sat ditemui di Balaikota Malang. 

Dias menilai, untuk mengembangkan potensi ekonomi Kota Malang tidak perlu program yang terlalu jauh. Namun cukup fokus dengan mendukung kegiatan ekonomi yang telah dilakukan masyarakat lokal.

"Itulah yang saya pikir secara jangka panjang akan mampu memperkuat pondasi ekonomi kita," tuturnya. 

Apalagi Kota Malang sebagai pusat destinasi wisata dan destinasi pendidikan. Pasar di Kota Malang sudah cukup besar. Selain wisatawan, ribuan mahasiswa pendatang datang ke Kota Malang untuk belajar.

"Marketnya sudah besar, tinggal bagaimana caranya memperkuat pelaku ekonomi lokal untuk bisa eksis ikut dalam penembangan ekonomi. Jangan sampai ini dinikmati oleh investor dari luar Kota Malang," papar pria berkacamata ini.

Selain ekonomi kerakyatan, sektor ekonomi kreatif juga perlu dikembangkan. Apalagi saat ini Kota Malang telah memiliki Malang Creatif Fussion (MCF) sebagai wadah pelaku industri kreatif.

"Kita harus memberikan apresiasi lebih terhadap apa yang telah mereka lakukan. Karena keterlibatan anak muda penting dalam rangka mendukung pembangunan, mereka masih idealis, punya jiwa untuk bagimana caranya membangun Kota Malang," tegasnya.

Terkait ketahanan ekonomi, Dias menilai jika warga Kota Malang tidak perlu khawatir. Sebab ketahanan ekonomi sudah kuat ditopang dengan banyaknya lembaga pendidikan.

"Di sektor pendidikan misalnya, banyak mahasiswa pendatang pendukung. Mereka butuh sandang dan pangan. Itu akan berkontribusi pada ketahanan ekonomi di Kota Malang.  Tinggal bagaimana caranya pelaku ekonomi lokal bisa terlibat dalam proses tersebut," pungkas Dias.