JATIMTIMES - PT Freeport Indonesia (PTFI) baru-baru ini meresmikan produksi perdana katoda tembaga di fasilitas smelter terbaru yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Dengan beroperasinya smelter tersebut, diperkirakan akan dibuka sekitar 2.000 lowongan pekerjaan.
M
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa dari total 2.000 tenaga kerja yang akan direkrut, 1.200 orang akan menjadi tenaga kerja kontraktor, sementara 800 orang lainnya akan direkrut sebagai karyawan langsung Freeport Indonesia.
Baca Juga : Akademisi UMM Sebut Ada Pengaruh Psikologi Sosial Pilkada Kota Batu: Nomor Tengah Diuntungkan
"Saat smelter ini beroperasi penuh, akan ada sekitar 2.000 tenaga kerja. Rinciannya, 1.200 karyawan kontraktor dan 800 karyawan tetap Freeport Indonesia," ujar Tony, dilansir Antara, Jumat (27/9).
Selain itu, Tony menambahkan bahwa selama proses konstruksi smelter yang dimulai pada Oktober 2021, proyek ini telah melibatkan hingga 40 ribu pekerja. "Selama masa konstruksi, kumulatifnya mencapai 40 ribu tenaga kerja. Saya masih ingat Pak Presiden yang memulai pemancangan tiang pertama di sini pada Oktober 2021," tambahnya.
Smelter yang menjadi salah satu fasilitas pengolahan tembaga terbesar di dunia ini memiliki kapasitas pemurnian hingga 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Dengan tambahan smelter PT Smelting yang sudah ada, total kapasitas pemurnian mencapai 3 juta ton konsentrat per tahun. Fasilitas ini diperkirakan akan menghasilkan 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 220 ton perak setiap tahunnya.
Nilai investasi untuk proyek smelter ini mencapai US$ 3,7 miliar atau sekitar Rp 58 triliun, dengan area seluas 104 hektar. Smelter Freeport Indonesia juga telah mendapatkan pembeli untuk katoda tembaga, salah satunya PT Hailiang Group yang akan menyerap 100 ribu ton per tahun. Sementara itu, untuk hasil produksi emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berkomitmen membeli 20 ton emas.
Baca Juga : Mas Dhito Bawa Progam Pelatihan Keterampilan Santri, Ini Kata Pengasuh Ponpes Al - Ishlah
Dalam rekrutmen besar-besaran ini, Freeport membuka lowongan pekerjaan untuk lulusan 27 jurusan berbeda, yang tersebar dalam berbagai bidang. Fresh Graduate Program (FGP) dari Freeport Indonesia menyediakan kesempatan bagi lulusan baru, baik dari universitas dalam negeri maupun luar negeri, dengan pendidikan minimal D4, S1, atau S2.
Jurusan-jurusan yang paling banyak dicari oleh Freeport sebagaimana dilansir Instagramnya @freeportindonesia meliputi:
1. Teknik Pertambangan
2. Ilmu Kesehatan Masyarakat
3. Teknik Arsitektur
4. Statistika
5. Teknik Metalurgi
6. Psikologi
7. Ilmu Komputer
8. Teknik Lingkungan
9. Teknik Geodesi
10. Manajemen Logistik
11. Teknik Elektro
12. Teknik Kimia
13. Teknik Tenaga Listrik
14. Teknik Fisika
15. Teknik Material
16. Kriminologi
17. Ilmu Aktuaria
18. Teknik Sipil
19. Manajemen/Teknologi Perikanan
20. Teknik Industri
21. Ilmu Hukum
22. Matematika
23. Teknik Geologi
24. Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja
25. Sistem Informasi
26. Ilmu Kesehatan Masyarakat
27. Statistika
Bagi para lulusan yang tertarik, pendaftaran sudah dibuka dari tanggal 13 hingga 27 September 2024 melalui situs resmi Freeport di www.ptfi.co.id/karir. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pelajar terbaik Indonesia untuk bergabung dengan Freeport dan berkontribusi dalam industri pertambangan tembaga, emas, dan perak.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi pelamar antara lain:
1. Lulusan D4, S1, atau S2 dari universitas di dalam maupun luar negeri.
2. Masa kelulusan maksimal dua tahun.
3. Memiliki pengalaman kerja maksimal dua tahun atau fresh graduate.
Program ini menjadi peluang emas bagi lulusan baru untuk berkarir di salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia, sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional melalui industri tambang. Semoga informasi ini membantu!
