Penganiayaan Ratna Sarumpaet yang ternyata hanya drama dan memunculkan #KoalisiPlastik. (Ist)
Penganiayaan Ratna Sarumpaet yang ternyata hanya drama dan memunculkan #KoalisiPlastik. (Ist)

MALANGTIMES - Jagad maya atas pemberitaan berbagai media nasional beberapa hari lalu mengenai penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet sampai berbagai komentar dari para politisi yang berada di kubu Prabowo-Sandiaga dengan nada marah,  berakhir blunder. 

Setelah hasil penyelidikan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya yang saat ramainya kasus tersebut juga menjadi sasaran peluru para pihak atas kejadian tersebut, ternyata hasil penyelidikan kepolisian menyatakan bahwa tidak ada kejadian penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Seperti yang disampaikan oleh beberapa orang kelpada media massa. 

Polda Jabar bahkan melakukan pengecekan ke 23 rumah sakit sampai ke berbagai pihak di Bandara Husein Sastranegara Bandung,  tempat kejadian yang dikabarkan Ratna dianiaya oleh tiga orang laki-laki. 

Polda Metro Jaya pun melakukan penyelidikan dalam upaya mencari bukti kasus yang menghebohkan dan ujungnya menyerang pasangan Jokowi-Ma'ruf di jagad maya. Dari fakta data record,  data perbankan sampai pada rumah sakit Bina Estetika. Dengan hasil bahwa Ratna ternyata sejak tanggal 21-24 September 2018 berada di RS tersebut untuk bedah estetika wajah. 

Sontak saja,  warganet yang merasa dipermainkan dengan sandiwara tersebut ramai-ramai berkomentar. Di Twitter ada sebanyak 135 ribu tweet atas kabar hoax yang sempat ramai tersebut. #KoalisiPlastik pun mencuat dengan kejadian tersebut serta menjadi trending topik nokor satu di Twitter,  Rabu (03/10/2018). 

@ulinyusron bercuit, "Bu Ratna sukses membuat #KoalisiPlastik kebakaran hebat hanya dengan sepercik api. Dasar koalisi itu memang gampang marah, emosian dan penuh amarah. Jadi dicolek dikit tanpa cek ricek langsung menyalak marah,  nyalahin pemerintah Jokowi dst. Kasus ini harus diusut!! ". 

Cuitan warganet pun semakin meramaikan #KoalisiPlastik setelah beberapa akun menyatakan maafnya telah memposting kabar penganiayaan atas Ratna. Akun Rachel Maryam @cumarachel yang mengabarkan hal tersebut dan diembel-embeli bahwa Ratna tidak mau berita itu keluar karena ketakutan dan trauma. 

Setelah terbongkar bahwa hal itu hoax,  Rachel pun meminta maaf dan menulis, "Innalillahi wa innalilahi rojiun. Sandiwara apa ini? Kenapa kau permainkan hati nurani kami? Kenapa harus berbohong? #ratnasarumpaet,". Begitu pun akun lainnya yang memposting dan menyebarkan kabar penganiayaan Ratna. 

 @paltiwest,  "Enak aja buat koalisi dah rusuh minta maaf gampang begitu.. Usut tuntas!!" tulisnya dengan menyematkan gambar berup tulisan,  "Yg terlibat menyebar HOAX kasus operasi plastik si nenek Surampeat sbb: Nanik, Prabowo S,  Sandiaga Uno, Dahnil, Ferdinand H,  Fahri Hamzah Fadli Zon, Habiburokhim,  Ratna sendiri, Hanum Rais,  Amien Rais,  Rachel Maryam. 

Dari kiriman hasil penyelidikan oleh dua Polda atas kasus hoax tersebut di jejaring WA, Polri telah melakukan analisis yuridis,  langkah yang sudah dilakukan serta rencana tindak lanjut. Berupa koordinasi dengan saksi ahli pidana, bahasa,  ITE,  majelis kehormatan dokter,  jaksa penuntut umum dan segera mengirim berkas ke JPU. 

Akun Rocky Khaizan menuliskan, "yg satu sibuk menangani bencana,  yg dua sibuk bersembunyi dari bencana, (*)