JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berambisi menjadikan tembakau sebagai komoditas alternatif di bidang pertanian selain tebu dan padi. Rencananya, pemerintah bakal memberikan pelatihan kepada petani bilamana hasil pengkajian menunjukkan tembakau bisa dikembangkan di Kabupaten Malang.
Bupati Malang HM. Sanusi menyebut, sejumlah dinas terkait termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, untuk melakukan pengkajian terhadap potensi tembakau.
Baca Juga : Jika Sudah Ada Penjabat Baru, Satpol PP Diminta Segera Bersih-Bersih Baliho Wahyu Hidayat
"Kalau di Kabupaten Malang memang cocok untuk produksi tembakau, coba dikembangkan biar nanti perusahaan di Kabupaten Malang ketika cari tembakau ini tidak harus ke Probolinggo, Jember dan Madura," ujar Bupati Sanusi.
Saat ini, disampaikan Bupati Sanusi, sejumlah wilayah di Kabupaten Malang telah memiliki potensi pertanian tembakau. Di antaranya di Kecamatan Donomulyo, Sumberpucung, Wajak, hingga Poncokusumo
"(Di Kabupaten Malang) ada produsen tembakau, tapi belum ada pembinaan yang efektif. Sehingga cara menyimpannya, cara panennya kurang maksimal," ujarnya.
Pertimbangan itulah yang pada akhirnya membuat Bupati Sanusi memberi instruksi kepada Disperindag dan DTPHP Kabupaten Malang, untuk memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para petani. Khususnya kepada petani tembakau.
"Nanti ada pembinaan dan pelatihan dari Dinas Pertanian (DTPHP) dengan Disperindag untuk bercocok tanam tembakau. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani," imbuhnya.
Bupati Sanusi menambahkan, Kabupaten Malang merupakan wilayah agraris. Di mana, potensi pertanian didominasi oleh tebu dan padi.
"Saya terus mencari alternatif yang lebih bagus dari tebu itu apa, karena Kabupaten Malang ini memang daerah agraris, daerah pertanian yang sangat luas. Kalau bisa, tembakau ini jadi salah satu komoditas alternatif untuk memberikan pendapatan lebih kepada petani dari pada padi, tebu, dan jagung," ujarnya.
Baca Juga : Pemkot Blitar Tekankan Netralitas ASN dalam Pilkada 2024
Ambisi Pemkab Malang untuk mengembangkan potensi tembakau tersebut, disampaikan Bupati Sanusi, lantaran mempertimbangkan banyaknya perusahaan industri hasil tembakau (IHT) atau pabrik rokok di Kabupaten Malang.
Sementara itu, selain memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para petani. Pemkab Malang juga akan mengkaji ketersediaan lahan yang cocok untuk ditanami tembakau.
Bilamana memang ada lahan yang cocok untuk ditanami tembakau, kemudian hasilnya bisa melebihi dari rata-rata hasil panen tebu. Maka tembakau akan dijadikan sebagai komoditas alternatif untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Malang.
"Agar nanti produksi tembakau di Kabupaten Malang ini bisa setara dengan yang di Jember maupun di Madura. Seperti di Jember itukan (tembakau) lebih menguntungkan dari padi dan tebu," pungkas Bupati Sanusi.
