Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Berapa Banyak Kandungan Emas dalam Medali Olimpiade? 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

04 - Aug - 2024, 18:55

Placeholder
Medali emas dalam Olimpiade Paris 2024. (Foto: Getty Images)

JATIMTIMES - Jumlah kandungan emas dalam medali Olimpiade modern diatur dengan ketat. Bahkan jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan zaman dahulu. 

Melansir Mental Floss, sepanjang sejarahnya, hadiah yang diberikan kepada para pemenang Olimpiade bervariasi. Pada zaman Yunani kuno, atlet pemenang diberi ranting zaitun dari pohon zaitun liar di Olympia dan sejumlah uang ketika kembali ke rumah.

Baca Juga : Mau Urus Tanah Warisan? Begini Tips dan Triknya dari Praktisi Hukum

Pada Olimpiade modern pertama yang diselenggarakan oleh Komite Olimpiade Internasional pada tahun 1896 di Athena, para pemenang menerima medali perak dan ranting zaitun. Sedangkan juara kedua mendapatkan medali perunggu dan ranting pohon salam. 

Di Olimpiade Paris 1900, sebagian atlet memperoleh medali perak atau perunggu, tetapi sebagian besar menerima piala atau trofi lainnya. Medali emas yang terbuat dari emas murni pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade St. Louis 1904, dan mulai digunakan pada Olimpiade London 1908 untuk tiga atlet teratas, yakni dengan urutan emas, perak, dan perunggu.

Olimpiade Stockholm 1912 merupakan kali terakhir medali emas murni diberikan. Saat ini, peraturan Olimpiade menetapkan bahwa medali emas harus sebagian besar terbuat dari perak murni (alias sterling) yang dilapisi dengan 6 gram emas 24 karat. 

Medali perak untuk juara kedua harus mengandung perak dengan mutu yang sama. Desain dan komposisi medali sebagian besar diserahkan kepada panitia penyelenggara kota tuan rumah.

Pada Olimpiade Paris 2024, medali emas terbuat dari 523 gram perak yang dilapisi dengan 6 gram emas murni. Medali perak mengandung 525 gram perak, sedangkan medali perunggu terbuat dari perpaduan tembaga, timah, dan seng.

Nilai medali-medali tersebut lebih dari sekadar kandungan logam mulianya. Mereka merupakan bagian dari sejarah dan sering kali dilelang dengan harga yang sangat tinggi. 

Medali perak juara pertama dari Olimpiade modern pertama pada tahun 1896 di Athena pernah terjual dalam pelelangan seharga $180.000 (Rp 2,9 triliun) dan $112.000 (Rp1,8 triliun) dalam beberapa tahun terakhir. 

Medali yang dimenangkan oleh atlet-atlet terkenal memiliki nilai lebih tinggi. Pada tahun 2013, salah satu dari empat medali emas yang dimenangkan oleh Jesse Owens di Olimpiade Berlin 1936 dilelang hampir $1,5 juta (Rp24,2 triliun). 

Baca Juga : Pola Hidup Sehat: Lebih Baik Konsumsi Sayuran Mentah Atau Matang?

Namun pada akhirnya, emas, perak, dan perunggu dalam medali Olimpiade memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar kandungan logamnya. Kisah dari Yunani kuno, ketika para atlet hanya menerima cabang zaitun, menunjukkan makna yang lebih dalam dari hadiah-hadiah ini. 

Dalam The Histories, Herodotus menulis tentang sekelompok pembelot Arcadia yang pergi ke Persia untuk mencari pekerjaan. Orang-orang Persia bertanya 'apa yang sedang dilakukan orang-orang Yunani', dan orang-orang Arcadia menjelaskan bahwa mereka "mengadakan festival Olimpiade dan menonton olahraga dan pacuan kuda." 

Orang-orang Persia bertanya hadiah apa yang diberikan kepada para pesaing, dan orang-orang Arcadia menjelaskan bahwa para pemenang menerima "mahkota zaitun."

"Tigranes putra Artabanus (seorang bupati Persia) kemudian berujar dengan bijak," tulis Herodotus. 

"Ketika ia mendengar bahwa hadiahnya bukanlah uang melainkan mahkota, ia berseru, 'Ya Tuhan, Mardonius (seorang komandan militer Persia), orang macam apa ini yang kau lawan? Mereka tidak berjuang demi uang, tetapi demi kejayaan prestasi!'”. 


Topik

Serba Serbi Olimpiade medali emas terbuat dari



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri