JATIMTIMES - Jagad maya kembali heboh dengan fenomena alam yang langka. Kali ini, embun beku di Ranu Pani menarik perhatian banyak orang. Dalam video yang dibagikan oleh akun Instagram @anabilfaizinanabilfaizin, tampak suasana pagi yang luar biasa di area camping Ranu Pani.
Ranu Pani adalah sebuah desa di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Desa ini terletak di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan menjadi desa terakhir sebelum pendakian ke Gunung Semeru.
Baca Juga : Ramai Pusaran Angin di Bromo, Begini Penjelasannya
Keindahan alam dan fenomena unik di Ranu Pani membuatnya menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pendaki dan wisatawan.
Dalam video yang diunggah, hampir seluruh rerumputan di area camping Ranu Pani terlihat memutih karena dipenuhi bulir es batu. Dari kejauhan, danau Ranu Pani juga tampak mengeluarkan kabut asap.
"Guys, bisa dilihat keadaan pagi hari ini di Ranu Pani. Banyak sekali orang-orang yang camping. Lalu, alhamdulillah, mereka langsung disuguhi keindahan alam yang jarang banget ditemui di Ranu Pani, yaitu embun beku di pagi hari," ungkap @anabilfaizinanabilfaizin dalam videonya.
"Bisa dilihat semua rumput-rumputan memutih karena es. Inilah kenikmatan bisa berwisata di Desa Ranu Pani," tambahnya.
Untuk diketahui, suhu di Ranu Pani bisa sangat ekstrem, terutama pada malam hingga pagi hari. Rata-rata suhu terendah 8 derajat terjadi di wilayah ini mulai pukul 02.00 dini hari hingga 06.00 pagi. Sementara suhu tertinggi di wilayah ini mencapai 17 derajat celsius pada pukul 12.00 hingga 14.00 siang. Suhu yang sangat rendah tersebut menyebabkan terbentuknya embun beku di rerumputan dan dedaunan.
Baca Juga : Bukan Didik Gatot, Sugeng Pujianto Muncul Jadi Calon Alternatif N2 Usulan PAC PDIP Kabupaten Malang
Bagi para wisatawan yang berencana mengunjungi Ranu Pani atau wilayah lain yang termasuk dalam BB TNBTS, fenomena embun beku ini adalah pengingat untuk mempersiapkan diri dengan baik. Mengenakan pakaian yang hangat dan memperhatikan kondisi cuaca adalah hal yang sangat penting untuk menghindari risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh suhu yang sangat dingin.
Ranu Pani tetap menjadi destinasi wisata yang menakjubkan dengan keindahan alam dan fenomena embun beku yang memukau. Namun, para pengunjung harus tetap waspada dan menjaga kesehatan saat menikmati keindahan alam di dataran tinggi ini. Fenomena frozen seperti saat ini diprediksi akan terus berlangsung hingga Agustus 2024.
