JATIMTIMES - Baru-baru ini beredar narasi adanya dugaan kebocoran data sensitif dari sistem INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System). Kabar ini kali pertama diunggah oleh akun X FalcoonFeeds.io (@FalconFeedsio) yang dikenal sering memantau aktivitas di Dark Web.
Merespons ramainya kabar tersebut, pengguna X pegiat media sosial @dhemit_is_back, menegaskan jika data INAFIS yang diperjualbelikan hanya ulasan rekam medisnya luar saja.
Baca Juga : Viral, Koper Jemaah Haji asal Indonesia Digeledah Petugas Gegara Bawa Zamzam
"Kami pastikan data INAFIS yang dijualbelikan web branchxxx oleh Hacker menyebut dirinya MoonzHaxor rate actor hanyalah ulasan rekam medis luar saja," jelas akun tersebut.
Dia pun memastikan jika data INAFIS sampai saat ini aman. "Besok kami akan share data apa saja yg katanya diperjualbelikan...," ujarnya.
Meski demikian akun tersebut juga membenarkan jika ada virus Ransomware yang mencoba menyerang server Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo).
"Hanya saja virus Ransomware yg serang di server Kominfo itu nyata," ujarnya.
"Untuk @kemkominfo kami hanya ingatkan stop drama dan sok keras... Lebih baik kibarkan bendera putih kasihan org yang berkompeten di dalam sana.. Kami lebih cinta NKRI dari pada ambisi sang Menteri," pungkas Dhemit is Back.
Baca Juga : Kemarau Tiba, Karhutla Melanda Kawasan TNBTS Bertubi-tubi Sepekan Ini
Sebagaimana diketahui, akun X FalcoonFeeds.io mengungkap ada peretasan yang menargetkan sistem INAFIS. Dalam unggahannya, pada Minggu dini hari ini akun tersebut melaporkan bahwa peretas bernama “MoonzHaxor” telah menawarkan data dari INAFIS untuk dijual hanya dengan harga USD1000 atau sekitar Rp 16,5 juta. Data yang dijual termasuk gambar sidik jari, email, dan aplikasi dengan properti konfigurasi.
“MoonzHaxor, anggota BreachForums, telah mengunggah pelanggaran data signifikan yang melibatkan Sistem Identifikasi Sidik Jari Otomatis Indonesia (INAFIS). Pelanggaran ini mencakup data sensitif seperti gambar sidik jari, email, dan aplikasi SpringBoot dengan properti konfigurasi. Postingan tersebut juga menyoroti tawaran untuk menjual data yang disusupi ini seharga $1000,” tulis akun FalcoonFeeds.io.
